Angelina Enny, Menulis Sebagai Katarsis

2017-12-29 10:22:02
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Angelina Enny. (Istimewa)

ANGELINA Enny tengah mempromosikan karya buku, kumpulan cerita pendek bertajuk Nokturnal Melankolia.

Di sela kesibukan kerjanya sebagai Akuntan di Jakarta, Cerpenis Angelina Enny, menyempatkan diri untuk melakukan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia. 

Cewek yang dibesarkan di Kotabumi (Lampung) ini memang lagi mempromosikan karyanya buku kumpulan cerita pendek bertajuk: Nokturnal Melankolia. Buku ini berisi 16 cerpen. Dengan menggelar berbagai kegiatan bedah buku dibeberapa kota. Di antaranya, Jakarta, Bali, Bandar Lampung, Malang, Yogyakarta dan Pekarbaru.

“Ke depan mungkin saya akan singgah di kota-kota lainnya, untuk mendiskusikan cerpen-cerpen saya,” ujar Sarjana Psikologi Universitas Indonesia ini.

Kisah-kisah dalam cerpennya, diakui Angelina diangkat dengan berbagai setting dan sudut pandang. “Masing-masing cerita berangkat dari kegelisahan batin para tokohnya, mewakili perasaan-perasaan subtil yang umum dan terjadi dalam keseharian,” jelas peranakan Tionghoa Palembang ini membeberkan proses kreatifnya.

Bagi Angelina, dunia menulis merupakan media katarsisi. Guna mengasah kemampuan menulisnya, Angelina sempat menempuh kelas Menulis dan Berpikir Kreatif di Salihara, Jakarta yang diampu penulis kondang Ayu Utama.

Tak hanya dunia menulis, kini dia pun menggeluti seni peran, baik sebagai aktris maupun sutradara. Di bawah naungan Teater Kedai, Angelina pernah terlibat pementasan dengan lakon Madekur Tarkeni, Barabah, dan Monolog Suketi.

“Saya pernah menyutradarai lakon Kucing Hitam karya Edgar Allan Poe,” ujar Angelina membeberkan debutnya di dunia Teater pada  Indochinatown.com, belum lama ini.