Cinta Mati Sylvie Tanaga Pada Jagad Literasi

Jumat, 04 Mei 2018 15:27:54
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Sylvie Tanaga. (Istimewa)

Sejak masih duduk di bangku kuliah, Sylvie Tanaga sudah jatuh cinta pada jagad literasi. Tulisannya fokus berbagai masalah sosial kemanusiaan.

JAKARTA – Jagad literasi bagi Sylvie Tanaga tidak bisa dilepaskan dari dunia kesehariannya. Entah sudah berapa tulisan dirilisnya, baik berupa, puisi, cerpen, feature, travelling, opini, biografi , laporan penelitian dan banyak lagi. Sejak masih kuliah, Sylvie memang rajin berbagi lewat jagad literasi. “Passion saya menulis apa saja yang berkaitan dengan kemanusian dan kisah-kisah tentang kemanusian, kemudian membagikannya ke publik. Human interest memang menjadi fokus tulisan saya,” ujar Sylvie kepada Indochinatown.combelum lama ini.

Selain itu, Sylvie juga mengaku senang berbagai informasi atau opini terkait dengan isu seputar kehidupan sosial, mulai dari pendidikan, kesehatan, budaya, sejarah, minoritas, keberagaman atau toleransi dan media. “Saya menulis apa saja yang ada dalam pikiran dan saya menikmatinya,” tandasnya.

Sejumlah karya yang dihasilkannya pun menuai apresiasi, semisal ‘Tipologi Komunikasi Minoritas dalam Kultur Diskriminatif’ (Jurnal Komunikasi Indonesia, 2016). Selian itu, ia juga menjadi salah satu  kontributor buku Tionghoa dalam Keindonesiaan (Yayasan Nabil, 2017). “Saya juga menulis sejumlah artikel opini di media massa, juga menyunting sejumlah buletin dan buku,” ungkap Sylvie.

Terkini, Sylvie tandem bersama Basilius Triharyanto meluncurkan buku bertajuk ‘Dokter di Jalan Kemanusiaan: Biografi Lie A. Dharmawan’. Buku ini mengusung kisah pengabdian Lie A. Dharmawan, dokter yang fenomenal dengan nilai kemanusiannya yang menginspirasi banyak orang.

Sylvie Tanaga yang kini tercatat sebagai dosen pengampu mata kuliah Media dan Komunikasi Antar Budaya  di Universitas Indonesia ini, juga merupakan communication specialist di Urban and Regional Development Institute (URDI) memiliki visi, agar siapapun yang membaca tulisan-tulisannya  terinspirasi untuk berkarya bagi kemanusiaan. “Mudah-mudahan melalui tulisan-tulisan saya dapat membantu mereka yang selama ini terbatas akasesnya dalam menyuarakan aspirasinya. Saya senang dan merasa puas kalau karya saya di jagad literasi bermanfaat dan menginpirasi orang lain,” pungkas Sylvie.