Ini Pengusaha Tiongkok Yang Ingin Jadi Presiden Amerika

Kamis, 29 Maret 2018 10:39:37
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Yang Anze. (Istimewa)

Sebagai pengusaha Tiongkok, Yang Anze memperhatikan masalah tenaga kerja sebagai bekalnya menjadi calon kandidat Presiden Amerika Serikat.

JAKARTA – Panggung politik Negeri Paman Sam penghujung tahun lalu dihebohkan dengan niat Yang Anze, pengusaha Tiongkok yang berdomisili di New York, Amerika Serikat untuk maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat pada pemilihan tahun 2020 mendatang.

Dikutip dari New York Times, Yang Anze berencana maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat melalui Partai Demokrat. Ia pun telah mengajukan permohonan tertulis kepada Komisi Pemilihan Federal (FEC) pada November 2017 lalu.

Tema kampanye yang dibidiknya adalah pengaruh otomatisasi di berbagai bidang yang berimbas pada perekonomian, dimana salah satu dampak yang sangat mungkin terasa adalah bertambahnya pengangguran akibat semua pekerjaan digunakan menggunakan mesin.

Dalam wawancara perdananya pada awal tahun ini, Yang Anze menyoroti masalah mobil otonom yang kini sedang dikembangkan. Menurutnya, hal tersebut dapat menghilangkan stabilitas masyarakat, jutaan pengemudi kehilangan pekerjaan, dimana 94 persen di antaranya adalah pria. “Masalah ini sudah cukup untuk menciptakan kerusuhan jalanan dan akan merambat ke berbagai industri lainnya. Seperti ritel, call center, fast food, perusahaan asuransi hingga akuntansi,” bebernya.

Lahir di New York pada tahun 1975, orangtua Yang Anze berasal dari Taiwan. Ayahnya adalah Fisikawan di perusahaan teknologi IBM, sementara sang ibu merupakan ahli statistik yang juga seniman. Lulus dari Columbia Law School, Yang mendirikan Manhattan Prep dan Venture for America yang mengantarkannya masuk dalam daftar ‘100 Inovator Bisnis Global’ beberapa tahun lalu. Di tahun 2012 dan 2015, ia merupakan perwakilan komunitas bisnis di New York dan sempat bekerja untuk Presiden Barrack Obama di Gedung Putih.

Kendati demikian, jalan Yang Anze untuk menjadi Presiden Amerika Serikat masih panjang dan tidak mudah. Setelah mendaftarkan diri sebagai calon di New York, ia pun harus mengikuti konvensi di Partai Demokrat tempatnya bernaung. Jika lolos dari konvensi ini, barulah ia akan bertarung dengan kandidat dari Partai Republik. Tentu jalannya berliku.

Sebelum Yang Anze, ada juga politisi Amerika Serikat keturunan Tiongkok yang mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat. Namanya Yan Youliang atau populer dengan nama Hiram Leong Fong, kelahiran Honolulu, Hawaii dan orangtuanya berasal dari Guangdong, Tiongkok. Senator dari Partai Republik ini memiliki latar belakang politik, tidak seperti Yang Anze yang murni pengusaha. Yan Youliang menjadi Republikan pada tahun 1959-1977. Di tahun 1964, Yan menjadi salah satu kandidat presiden dari Partai Republik. Namun, ia kalah dari Barry Goldwater yang akhir menjadi calon presiden. Nasib Barry pun tidak bagus, ia kalah dari politisi Partai Demokrat Lyndon B. Johnson yang menjadi Presiden Amerika Serikat.  Di tahun 1968, Yan Youliang juga kembali menjadi calon presiden dari Partai Republik, namun kalah bersaing dengan Richard Nixon rekan separtainya yang akhirnya memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat 1968.