Karena Make Up Artis Bukan Sekadar Rias Artis

Rabu, 09 Mei 2018 15:00:35
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Yunita. (Istimewa)

Bagi Yunita, make up artis lebih dari sekadar rias artis. Tapi, bagaimana merias wajah dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen.

JAKARTA – Darah seni yang mengalir dalam diri perempuan Tionghoa yang satu ini, membuatnya menekankan arti profesi make up artis. Perempuan bernama Yunita ini mengatakan, make up arti bukan sekadar rias artis semata.

Yunita mulai terjun dibidang merias wajah sejak 2010. Berawal dari usulan teman-teman yang memintanya untuk menjadi perias pada acara-acara pesta. Dari sanalah, mulai banyak yang menyukai hasil riasannya.

Berkomitmen untuk fokus di dunia make up, ia memutuskan untuk mengikuti kursus pada akhir tahun 2011. Setelah menyelesaikan kursusnya, ia mulai serius menekuni dunia make up artis pada 2012.

Bagi wanita kelahiran Jakarta pada Juni 1988 ini, make up artist bukan hanya sekadar merias artis, tapi lebih kepada seni dari merias wajah itu sendiri. “Banyak orang yang mendefinisikan profesi make up artis adalah hanya merias artis saja. Sebenarnya make up artist lebih kepada seni merias wajah. Misalnya, bagaimana cara meniruskan wajah yang agak gemuk, memancungkan hidung, atau membuat mata yang sipit terlihat lebih besar” tuturnya.

Menyikapi tingkat persaingan make up artis yang semakin tinggi, Yolanda mengaku tetap santai dan tidak terlalu ngoyo. “Setiap klien punya zona nyaman sendiri. Terkadang orang bilang, si A ini mahal, tapi klien yang lain enggak mempermasalahkan karena memang sudah cocok dengan satu make up artist tersebut. Setiap klien punya prinsip masing masing. Make up atau rias artis itu bukan sekedar produk, tapi tangan dan pelayanan. Jika pelayanan kita memuaskan, maka pelanggan lama akan balik lagi” pungkas penyuka membaca ini.