Kisah Tulisan Dinding Media Sosial Yan Putra

Jumat, 06 April 2018 17:38:45
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Yan Putra. (Istimewa)

Berawal dari tulisan di media sosial, Yan Putra berharap buku kolaborasinya dengan budayawan Tionghoa Harjanto Halim bisa memotivasi orang lain.

SEMARANG – Berawal dari kegemarannya menulis di dinding akun media sosial miliknya, Yan Putra meluncurkan buku bertajuk ‘Dampu, Satu Lompatan Kecil’. Buku setebal 376 halaman ini merupakan hasil kerjasamanya dengan Budayawan Tionghoa asal Semarang Harjanto Halim.

Alumnus S-1 Bahasa Inggris Santa Ursula ini menuturkan, penerbitan buku ini baginya seperti sebuah lompatan, layaknya permainan Dampu atau permainan tradisional Taplak. Keputusannya membuat buku juga terinspirasi dari Harjanto Halim, sang paman yang masih produktif menulis di sela-sela kesibukkannya.

“Saya pada awalnya hanya suka menulis di wall medsos. Sebenarnya, saya hanya ingin berbagi pengalaman dan pelajaran hidup saya saya peroleh dari kehidupan bersama keluarga. Tapi, saya mau berkhutbah di Gereja tidak mungkun, karena saya bukan pendeta. Tapi, respon kawan-kawan saya bagus dan menyukai tulisan di media sosial tersebut. Inilah yang mendorong saya untuk menerbitkannya dalam bentuk buku,” papar ujarnya.

Pria yang dalam kesehariannya bekerja sebagai desain grafis ini berharap, buku yang berisikan tulisan dinding di media sosialnya ini bisa bermanfaat dan menginspirasi pembacanya. “Hidup ini harus asyik, untuk itu sesuatu yang asyik untuk saya kerjakan, apalagi berguna bagi sesama. Hidup terlalu singkat untuk tidak dijalankan dengan keseimbangan. Seperti sedang bermain Dampu, jalanilah giliran kita dengan baik, melompati tahap demi tahap hingga tiba ke garis akhir,” tutup Yan Putra mengungkap filosofi dari permainan Dampu.