Mengenal Hansip Peranakan Tionghoa Di Kampung Sudiroprajan

Senin, 26 Februari 2018 14:03:56
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Sunarto alias Peng An, Hansip peranakan Tionghoa dari Kampung Sudiroprajan, Solo, Jawa Tengah. (CHC Saputro)

Menekuni profesi Hansip sejak 15 tahun silam, Sunarto sejak kecil sudah tinggal di kawasan Kampung Sudiroprajan bersama kedua orangtuanya, Bhe Kan Hong dan Suratem.

SOLO – Lelaki berusia paruh baya tersebut terlihat sibuk mengatur para penonton Grebeg Sudiro yang digelar di Kampung Sudiroprajan, Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Mengenakan seragam Hansip berwarna hijau, sepintas ia seperti orang Jawa pada umumnya. Namanya yang singkat, Sunarto, dan gaya bicaranya yang medok kian menegaskan hal tersebut. Namun, siapa sangka ia merupakan peranakan Tionghoa dengan nama mandarin Peng An.

Sehari-harinya, warga Kepanjang, Sudiroprajan ini berjualan makanan burung. Orangtuanya bernama Bhe Kan Hong dan Suratem. “Bapak saya Tionghoa berasal dari Manis Renggo, Prambanan, Klaten  dan Ibu saya dari Watukelir, Gunung Kidul, Yogyakarta. Tetapi sejak dulu memang kami tinggal di Kampung Sudiroprajan,” kisah Sunarto pada indochinatown.com di Halaman Balai Kampung Sudiroprajan.

Lelaki kelahiran Surakarta, 27 Juni 1949 ini dikarunia satu anak dengan dua cucu ini mengaku sudah mengabdi jadi Hansip sejak 15 tahun lalu. “Waktu itu saya ditunjuk untuk jadi Hansip dari kelurahan. Dengan sukarela pekerjaan itu saya ambil, waktu itu sama sekali memang tak dibayar. Baru beberapa tahun belakangan Hansip ada honornya,” kisahnya.

Ia menambahkan, ia menyanggupi pekerjaan sebagai Hansip hingga saat ini, bukan semata-mata karena bayaran, tetapi karena rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. “Paling tidak saya ikut berperan menjaga lingkungan Kampung Sudiroprajan khususnya dan Kota Solo. Saya merasa lebih berarti bisa berguna bagi banyak orang, meskipun hanya sebagai petugas Hansip, ” pungkasnya.