Santi Dwi Saputri Jalan Hidup Menjadi Penari Jawa

2017-07-07 09:52:14
Editor : Azis Faradi | Sumber : Infonitas.com
Santi Dwi Saputri (Istimewa)

Hidup menjadi penari Jawa adalah pilihannya. Santi Dwi Saputri terus mendalami dan memperkenalkan tarian Jawa hingga ke dunia internasional.

SANTI Dwi Saputri Teja Kusuma, lahir di Jerman 32 tahun lalu. Memiliki kegemaran terhadap tarian dan seni Jawa. Ia tertarik sejak masih kecil, bahkan sering tampil di berbagai lakon pewayangan. Baik di Indonesia ataupun luar negeri.  

Santi, keturuan Tionghoa Jawa ini, memiliki minat terhadap tari, karena orangtuanya merupakan penggiat seni. Sewaktu TK dan SD mempelajari berbagai jenis tarian, salah satunya gaya Jawa Bagong. “Mulai SMP sampai SMA, saya fokus ke tari Jawa klasik,” tuturnya.

Dia menilai, tarian dari Jawa memiliki makna filosofi yang dalam, dengan gerakan halus dan lentur. “Karena saya basicnya tarian Jawa yang halus, pelajari dari Solo (Surakarta) dan Yogyakarta.”

Waktu kecil, ia juga kerap melihat orangtuanya membantu organisasi tari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS). “Jadi organisasi wayang orang gitu. Tidak hanya diisi orang Jawa saja, tapi Tionghoa. Mereka membaur menjadi kesatuan yang utuh.”

Penampilan paling bergensi yang pernah dilakukan di dalam negeri, ketika menari di hadapan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan lakon “Abimanyu Dadi Dalang”.

“Waktu pementasan, semua pemain harus pakai nama Tionghoa. Jadi memang saat itu Presiden Gus Dur berupaya untuk membaurkan kembali dan menyadarkan masyarakat. Bahwa etnis Tionghoa bisa dan merupakan bagian dari bangsa Indonesia,” jelasnya.

Selama berkecimpung dalam dunia seni tari Jawa, Santi kerap tampil di luar negeri, seperti di Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Belanda.

“Tampil di negeri orang lain merupakan salah satu prestasi tersendiri buat saya. Untuk mewakili bangsa Indonesia.”

Santi berharap, tumbuh generasi-generasi muda Indonesia, khususnya dari etnis Tionghoa mau mempelajari dan memperkenalkan budaya dan seni tari dari Jawa. Agar bisa dipamerkan dunia internasional.