Sepenggal Kisah Perjalanan Hidup Andrie Wongso

Rabu, 21 Maret 2018 14:04:46
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Andrie Wongso. (Istimewa)

Terkenal sebagai motivator ulung dan memiliki beragam bisnis, perjalanan hidup Andrie Wongso penuh lika-liku. Tidak tamat SD dan sempat mengalami sakit lutut.

JAKARTA – Nama Andrie Wongso tentu lebih familiar dan populer dibanding Wang Tjing Tjie. Tenar sebagai motivator papan atas di negeri ini, perjalanan hidup Andrie Wongso sejatinya penuh lika-liku.

Lahir di Kota Malang, Jawa Timur 64 tahun silam, Andrie merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai nakhoda, sementara sang ibu merupakan penjual kue. Sempat menempuh pendidikan SD hingga kelas 6, namun ia tidak sampai menamatkannya lantara sekolah Mandarin tempatnya menuntut ilmu ditutup. Lantaran orangtuanya tidak mampu membiayai kepindahan sekolahnya, Andrie kecil terpaksa putus sekolah dan membanting tulang untuk membantu keluarganya.

Menginjak usia 22 tahun, Andrie memutuskan untuk hijrah ke Ibukota dan memulai kehidupannya dengan bekerja sebagai sales produk sabun hingga menjadi pelayan toko. Garis tangannya berubah saat kegemarannya berlatih Kungfu dikonversi dengan mendirikan perguruan Kungfu Hap Kun Do. Berbekal sikap mental positif, disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, ulet dan ksatria, Kungfu yang digelutinya mengantarkan Andrie menjadi bintang film laga di Hongkong. Lewat Kungfu pula, bakar mengajar dan memotivasinya terasah.

Perjalanan hidup Andrie kian moncer saat ia merintis bisnis kartu ucapan berlabel Harvest. Sukses di bisnis ini dan mengantarkannya sebagai ‘Raja Kartu Ucapan’ pada masa itu, Andrie tak berpuas diri. Sebaliknya, ia terus melakukan diversifikasi dan inovasi bisnis yang tiada henri. Mulai dari merambah bidang holografi, mainan, foodcourt, hingga mendirikan AW Motivation Training dan AW Publishing. Ia juga membuka beberapa outlet AW Success Shop, toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk motivasi.

Sementara, karir motivatornya sudah dimulai sejak tahun 1989, dimana ia menjadi motivator intern PT Harvindo Perkasa di beberapa kota. Dari situ pula, ia menjadi motivator di berbagai perusahaan dan instansi, hingga ia kenal sebagai salah satu motivator ulung.

Perjalanan hidup Andrie Wongso juga sempat diwarnai dengan sakit pada lutut yang membuat ia mengurangi kesibukkannya. Lewat berbagai pencarian metode pengobatan dan eksperimen, Andrie malah sukses menemukan metode penyembukan sakit lutut yang dideritanya dengan Senam AW S3 (Sehat, Semangat, Senang) yang ia temukan atau singkatnya Senam S3 pada tahun 2016 lalu.

Berkat senam ini, perlahan penyakit Andrie bisa disembuhkan dan ia pun memiliki kesibukkan baru, melatih Senam S3. Tak hanya di berbagai kota di Indonesia, ia juga menyambangi Singapura dan India untuk mengembangkan senam ini.

“Miskin harta tidak apa-apa, tetapi tidak boleh miskin mental. Dengan mental yang kuat , kita dapat berjuang untuk menjalani perjalanan hidup. Miskin hari ini belum tentu miskin besok, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, harus punya passion, keyakinan dan terus belajar. Sebab sukses itu hak setiap orang. Dan yang utama adalah menjadi manusia yang percaya akan Tuhan,” pesan Andrie Wongso.