Udaya Halim, Fokus di Bidang Pendidikan dan Budaya

2017-11-15 18:56:06
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Udaya Halim. (Istimewa)

UDAYA Halim ingin mengubah stigma ‘Orang Tionghoa hanya pantas jadi pengusaha.’ Untuk itu, dia fokus pada bidang pendidikan dan budaya.

Udaya Halim ingin mengubah anggapan orang bahwa orang Tionghoa hanya pantas menjadi pengusaha. Kelahiran Tangerang, 26 Maret 1953 ini terjun ke bidang pendidikan dan budaya. “Saya tak ingin kena stigma kalau orang Tionghoa cuma pantas jadi pengusaha,” katanya.

Kecintaannya Udaya pada dunia pendidikan dituangkan dalam lembaga pendidikan informal. Kursus King’s English Course. Lembaga pendidikan ini dibangun sejak awal 1980-an. Kini lembaga kursus tersebut merupakan mitra British Council melalui Indonesia-Britain Education Center (IBEC). Saat ini, IBEC merupakan perwakilan 25 perguruan tinggi di Inggris Raya.

Tak sampai disitu, lulusan SMP ini kembali mendirikan lembaga pendidikan. Prince’s Creative School nama lembaga pendidikan informal tersebut.

Kesuksesan tak membuat Udaya lupa leluhurnya. Pada 2007, dia membeli bangunan tua berarsitektur Tionghoa. Kemudian direstorasi dan dijadikan Museum Benteng Heritage. Museum ini berada di Jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang, Banten.

Restorasi berlangsung sekira dua tahun, karena Udaya harus melakukan riset untuk mencari literatur atau dokumen terkain kondisi asli bangunan. Dia pun melakukan beberapa kajian budaya originalitas agar keaslian bangunan terjaga.

Museum Benteng Heritage, akhirnya selesai dan diresmikan pada tanggal 11 November 2011. Bangunan kuno yang diperkirakan berusia 200 tahun ini menampung koleksi berupa kebaya encim dan gambang kromong yang 80 persen instrumennya diserap dari Tiongkok.

Uniknya, naskah pidato dibuat anaknya yang berusia 10 tahun. untuk kelanjutan museum ini, Udaya tak akan pernah cemas. Karena, anak-anaknya berjiwa nasionalis. “Meski sekolah dan tinggal di Australia, tapi mereka tetap pandai berbahasa Indonesia. Soal nasionalisme tak perlu diragukan lagi,” tutup Udaya.