William, Peduli Terhadap Dunia Pendidikan Tanah Air

2018-01-03 13:07:44
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Tim IndoChinaTown
William. (Istimewa)

WILLIAM memiliki perhatian khusus terhadap dunia pendidikan di Tanah Air. Kepeduliannya, dicurahkan dalam sebuah karya buku.

Sejak duduk di bangku kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), William memiliki perhatian khusus terhadap dunia pendidikan di Tanah Air. Begitu besar perhatiannya terhadap dunia pendidikan, dia tuangkan dalam sebuah karya tulis. Dia telah membukukan dua karya tulisnya tersebut, yakni ‘Pesan dari Murid untuk Guru’ dan ‘Tiga Tahun dari Sekarang.’ Karya tulisnya ini mencerminkan kondisi dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

“Perjalanan saya menjadi penulis buku adalah perjalanan melompati satu kegagalan ke kegagalan lain. Naskah saya ditolak oleh tujuh penerbit sebelum akhirnya saya bertemu dengan Ibu Kartini Nurdin dari Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Beliau mungkin tidak tega untuk menolak ketika melihat semangat saya dan akhirnya memutuskan untuk menerbitkannya. Menariknya kala itu saya berusia 17 tahun,” kenang William.

Hingga lulus kuliah dan William mendapat kesempatan bekerja di PT SMART Tbk pada 2013. Kala itu dia mendapat banyak kesempatan untuk keliling Indonesia untuk mengimplementasikan program pembinaan sekolah, pelestarian lingkungan hidup, budaya humanis, dan penyuluhan kesehatan kepada anak-anak dan orang dewasa yang membutuhkan.

Menurut William, menulis semata-mata karena dua hal yaitu pertama karena bentuk kepedulian dan tulisan lebih tajam dari pena. “Saya menulis karena saya peduli dan ingin berbagi inspirasi dengan teman-teman di luar sana, baik yang saya kenal maupun yang tidak,” katanya. Kedua, percaya bahwa pena lebih tajam daripada pedang.

Di sisi lain, menurutnya Indonesia bisa menjadi negara besar apabila kita memenuhi dua syarat utama yaitu pertama orang-orang baik yang biasanya hanya diam harus terjun langsung melalui karya-karya nyata di berbagai sektor. Kedua, kita perlu membekali seluruh anak Indonesia dengan pendidikan yang mengedepankan tata krama serta kemajemukan sehingga tidak mudah dipecah-belah.

“Karena akan banyak pihak yang ketakutan apabila seluruh masyarakat Indonesia bersatu dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika-nya,” pungkasnya.