Yohaneta Bertina Keti, Kuliah Sambil Kerja di Tiongkok

2017-11-03 18:17:02
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Yohaneta bersama kawan-kawan dan koordinator ITCC. (Istimewa)

KULIAH sambil kerja dijalani Yohaneta Bertina Keti untuk mengubah nasibnya ke arah lebih baik.

Lahir dari keluarga petani, Yohaneta Bertina Keti tak pernah bermimpi bisa melanjutkan studi nya pasca lulus dari SMAN 1 Lumbis. Kehadiran tim dari Indonesia Tiongkok Culture Centre (ITCC) di sekolahnya untuk menyosialisasikan program beasiswa ke Tiongkok memberikan angin segar buatnya.

Kelahiran 12 Juli 1997 berminat mengikuti program beasiswa yang ditawarkan ITCC. Namun, keinginannya sempat mendapat pertentangan dari kedua orangtuanya. “Orangtua saya takut, kalau anaknya justru akan dijadikan TKI di Tiongkok,” katanya kepada Indochinatown.

Tak patah semangat, Yohaneta berusaha menyakinkan orangtuanya. Dia menunjukkan bukti-bukti pelajar yang sudah mengikuti program beasiswa. “Akhirnya orangtua percaya dan mengijinkan saya untuk mengikuti program beasiswa itu,” ujarnya.

Awalnya Yohaneta ingin melanjutkan di jurusan Farmasi dan diterim. Tetapi, anak dari pasangan Stefanus Nanga dan Maria Lili Suriani ini kembali mempertimbangkan jurusan tersebut. Berkat bantuan dari Tim ITCC, dirinya bisa memenuhi keinginannya kuliah sambil bekerja.

“Secara ekonomi tidak mendukung. Ayah hanya seorang petani dari daerah terpencil. Jurusan itu sepertinya tidak cocok dan terlalu berat biayanya. Akhirnya saya beralih ke jurusan Teknologi Elektra. Agar tak membebani orangtua, saya bekerja untuk membiayai kuliah. Saya percaya, selalu ada jalan kalau ada kemauan. Terima kasih ITCC,” ungkapnya.