Yuan Yunita Pilih Menulis untuk Keabadian

2017-09-29 15:50:52
Editor : Azis Faradi | Reporter : Oktaviani
Yuan Yunita (Oktaviani)

DI usia muda, Yuan Yunita pilih mengisi hidup dengan menulis untuk sebuah keabadian. Menyampaikan gagasan dan memberi inspirasi.

Yuan Yunita punya prinsip pilih jalan untuk menulis. Bisa memperoleh keabadian, seperti yang dialami oleh sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Menurutnya orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama tidak menulis, akan hilang di tengah masyarakat dan sejarah.

Dia bahkan menjadikan kutipan dalam tulisan Pram: menulis adalah bekerja untuk keabadian. Ia jadikan kalimat itu sebagai penyemangat melakoni dunia menulis.

Yuan, muncul sebagai penulis muda berdarah Tionghoa dan Belanda dari Bangka Belitung. Salah satu pulau di nusantara yang terkenal dengan eksotis dan hasil laut yang mengagumkan. Dari tanah itu, juga lahir penulis kawakan yang terkenal dengan karya best seller yaitu Andrea Hirata.

Bisa jadi, kelahiran 1988 ini seperti penulis Laskar Pelangi itu, muncul sebagai pujaan kaum pembaca. Ia mulai menulis sejak 2013,  saat itu masih bekerja sebagai staf finance di sebuah perusahaan distributor makanan dan minuman di Pulau Bangka.

Meski bekerja sebagai karyawati, tak menghalangi keinginannya untuk menulis. Ia memanfaatkan setiap waktu yang ada dengan menulis dan membaca berbagai jenis buku.

“Awalnya hanya iseng mengikuti lomba menulis cerita pendek (cerpen) yang diselenggarakan oleh salah satu penerbit mayor, dan berhasil terpilih. Kemudian sejak cerpen terpilih sebagai salah satu terfavorit. Saya mulai termotivasi untuk menerbitkan buku. Melihat nama terpampang di toko buku merupakan suatu kebanggaan,” jelasnya.

Sejak saat itu, ia mulai rutin mengikuti berbagai perlombaan dan menang menjadi kontributor, dari itu berhasil mengeluarkan berbagai buku bersama kontributor lain. Namun, mimpinya untuk menerbitkan buku solo tak pernah padam.

Impiannya terwujud pada awal 2017. Yuan berhasil menerbitkan novel perdana yang berjudul My Big Secret. Pada tahun yang sama kembali menerbitkan kumpulan puisi berjudul A Part of Me.

My Big Secret merupakan cerita mengenai rahasia seorang gadis remaja yang mengambil latar belakang di Pulau Bangka. Sedangkan A Part of Me bercerita tentang kehidupan nyata saya yang tersaji dalam bentuk puisi dan cerpen,” tuturnya.

Dalam menulis, kuncinya harus tekun, rajin membaca, serta tak malu meminta kritik dan saran dari senior. Saat ini ia sedang dalam proses merampungkan buku ketiganya.

“Tekun menulis membuat kita tak akan mengenal kata ‘writer block’. Tak kalah penting, mau mendengar pendapat orang lain agar mengetahui dimana letak kekurangan kita. Karena apa yang tak bisa diungkapkan secara lisan, utarakanlah melalui tulisan,” pungkas penggemar Agatha Christie dan Tere Liye ini.