8 Festival dalam Tradisi Masyarakat Tionghoa

2018-01-04 15:17:45
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Festival Imlek. (Istimewa)

MASYARAKAT Tionghoa memiliki banyak tradisi. Festival Tahun Baru Imlek dan Festival Yuan Xiao atau Cap Go Meh di antaranya.

Terdapat banyak perayaan pada masyarakat Tionghoa. Ada sedikitnya delapan festival penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa. Tiap-tiap perayaan terkadang dirayakan dengan cara yang berbeda pada setiap komunitas. Berikut ini delapan festival dalam tradisi masyarakat Tionghoa seperti yang dilansir Dinaviriya.com:

  1. Festival Tahun Baru Imlek atau Chun Jie (春节)

Tahun Baru Imlek atau juga disebut dengan istilah ‘Festival Musim Semi’ merupakan hari raya yang berkaitan dengan pergantian musim, dari musim dingin ke musim semi. Karena musim semi dihitung sebagai musim pertama dari empat musim yang ada, yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Berdasarkan penanggalan Imlek, hari pertama mulainya musim semi merupakan hari pertama daripada satu tahun.

  

  1. Festival Yuan Xiao atau Yuan Xiao Jie (元宵节)

Hari Raya Yuan Xiao jatuh pada tanggal 15 bulan pertama penanggalan Imlek adalah bulan purnama pertama pada Tahun Baru yang juga menandakan hari terakhir dari Perayaan Tahun Baru Imlek. Pada hari ke-16 bulan pertama Imlek, semua kegiatan dan aktivitas sehari-hari sudah berjalan seperti biasanya. Di Indonesia, perayaan Yuan Xiao kerap disebut dengan istilah ‘Cap Go Meh’ atau Malah Hari ke-15.

 

  1. Festival Qing Ming atau Qing Ming Jie (清明节]”)

Hari Raya Qing Ming atau juga dikenal dengan istilah ‘Ceng Beng’ dalam dialek Hokkian adalah hari dimana masyarakat Tionghoa melakukan sembahyang dan ziarah ke tempat pemakaman para leluhurnya. Kegiatan yang sering dilakukan pada hari Qing Ming adalah melakukan pembersihan kuburan dan melakukan penghormatan kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia.

 

 

  1. Festival Duan Wu atau Duan Wu Jie (端午节)

Festival Duan Wu biasanya dirayakan dengan mengadakan perlombaan Perahu Naga dan Makan Bak Cang. Tujuan festival ini untuk memperingati seorang Patriot yang bernama ‘Qu Yuan’ dari Negeri Chu di daratan Tiongkok yang meninggal dunia akibat bunuh diri karena cemas akan masa depan negerinya. Festival Duan Wu jatuh pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.

 

  1. Festival Qi Xi atau Qi Xi (七夕节)

Festival Qi Xi merupakan festival yang romantis dalam tradisi dan kebudayaan Tionghoa. Festival Qi Xi ini memperingati kisah romantis  antara Pemuda Pengembala Kerbau ‘Niu Lang’ dan Wanita Penenun ‘Zhi Nv’, yang menurut ceritanya hanya setahun sekali pertemuan. Festival Qi Xi juga sering dijuluki Hari Valentine-nya orang Tionghoa. Istilah lain untuk Festival Qi Xi  antara lain Ji Qiao Jie dan Nv Er Jie.  Festival Qi Xi jatuh pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan Imlek.

 

  1. Festival Mid Autumn atau Zhong Qiu Jie (中秋节)

Festival Mid Autumn, salah satu festival tradisi Tionghoa yang paling banyak dan ramai dirayakan oleh masyarakat Tionghoa. Kata Zhong Qiu jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah Pertengahan Musim Gugur. Bentuk bulan Purnama pada malam Zhong Qiu akan kelihatannya lebih besar dan lebih terang daripada bulan-bulan lainnya. Bentuk perayaan Festival Zhong Qiu adalah makan kue bulan, pesta lentera dan berkumpul bersama keluarga untuk menikmati pemandangan bulan yang indah. Festival Zhong Qiu jatuh pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek.

 

  1. Festival Chong Yang atau Chong Yang Jie (重阳节)

Festival Chong Yang Jatuh pada tanggal 9 bulan 9 penanggalan Imlek. Kata ‘Chong Yang’ artinya, nomor ‘Yang’ yang double (2 kali). Menurut ‘I Ching’ (Kitab kuno Tiongkok) angka sembilan memiliki  sifat ‘Yang’. Sembilan juga merupakan angka tertinggi dari angka-angka lainnya dan mempunyai bunyi yang sama dengan “Jiu Jiu” yang artinya lama-lama. Jadi sering diartikan sebagai panjang umur. Festival Chong Yang banyak dirayakan di Hongkong dan daratan Tiongkok. Sedangkan bagi Masyarakat Tionghoa di Asia Tenggara, Festival Chong Yang jarang dirayakan.

 

  1. Festival Dong Zhi atau Dong Zhi Jie (冬至节)

Festival Dong Zhi, festival terpenting dalam tradisi Tionghoa. Di bagian utara belahan bumi ini, siang hari (terang) di  Dong Zhi merupakan siang hari yang terpendek sepanjang tahun dan malam hari (gelap) pada hari Dong Zhi adalah malam yang paling panjang dalam satu tahun. Bagi masyarakat Tionghoa, kondisi spesial ini pemberian Tuhan yang sempurna. Makanan tradisi yang disiapkan dalam festival ini adalah ‘Tang Yuan’, yaitu sejenis makanan yang terbuat dari tepung beras ketan kemudian dibentuk bulat kecil. Hal ini ini memiliki arti Reuni (Tuan Yuan [团圆]) atau penuh/sempurna (Yuan Man [圆满]).