Fang Sheng, Tradisi Lepas Binatang Pembawa Karma Baik

Kamis, 19 April 2018 10:14:26
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Tradisi Fang Sheng. (Istimewa)

Fang Sheng merupakan tradisi lepas binatang yang masih dipegang erat sampai saat ini oleh pemeluk Agama Buddha Mahayana Tiongkok.

JAKARTA – Fang Sheng berasal dari bahasa Mandarin, dimana Fang berarti melepas dan Sheng berarti makhuk hidup. Merupakan tradisi melepas binatang ke alam bebas sesuai dengan habitatnya masing-masing. Tradisi Fang Sheng sangat erat dengan ajaran agama Buddha Mahayana Tiongkok. Ada makna tersirat di balik ritual melepas makhluk hidup ini. Ritual ini dipercaya memiliki pengaruh bagi kehidupan dan keberuntungan.

Biasanya, warga keturunan Tionghoa melepaskan hewan seperti penyu, kura-kura, ikan, burung, atau hewan lainnya. Penyu yang berumur panjang dipercaya sebagai suatu permohonan kepada Tuhan agar diberikan umur yang panjang. 

Kebiasaan untuk melakukan tradisi Fang Sheng dapat terlihat pada hari-hari tertentu seperti Tahun Baru Imlek, Cheng Beng, Gui Yue (Cit Gwee), atau saat ritual menolak bala.

Menurut Huang Mei Ay, pengurus utama Vihara Bodhisatvva Pangkalpinang, Bangka Belitung, Tradisi Fang Sheng dapat membantu melestarikan hewan-hewan yang hampir punah. “Tradisi Fang Sheng sudah berumur ribuan tahun dan memang mengajarkan manusia untuk saling mencintai sesama makhluk hidup,” ujarnya.

Di dalam Kitab Tao, lanjutnya, tertulis bahwa tradisi Fang Sheng memiliki prinsip yang welas asih. Bahwa semua makhluk hidup berasal dari satu sumber yang sama, yakni Tao. Oleh sebab itu, Fang Sheng merupakan cara untuk saling berbagi cinta kasih di antara makhluk hidup lainnya. “Melakukan tradisi Fang Shen dipercaya membawa karma baik, misalnya umur yang panjang, rejeki lancar hingga kesehatan. Karena, setiap makhluk hidup berhak untuk hidup bebas tanpa kesehatan,” pungkasnya.