Jelajah Budaya di Pecinan Semarang

2017-12-06 16:50:21
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Heritage walk di Pecinan Semarang singgah ke Rumah Kaligrafi di Gang Besen. (Istimewa)

HERITAGE walk. Jelajah budaya di Pecinan Semarang oleh Yayasan Widya Mitra dan Ein Institutein.

Yayasan Widya Mitra dan Ein Institutein menggelar Heritage Walk. Jelajah budaya di Pecinan Semarang ini diikuti sekira 50 orang, Minggu (3/12). Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Yayasan Widya Mitra, Semarang Widjajanti Darmo Wijono ini dimulai dari Rumah Kopi yang berlokasi di Jalan Wot Gandul Barat No.12, Semarang.

Setelah itu, menuju Pasar Gang Baru. Sebelum memasuk Pasar Gang Baru, peserta yang dibagi tiga rombongan ini melihat klenteng tertua di Pecinan Semarang. Klenteng ini bernama Khong Tik Soe, dibangun pada 1753.

Pasar Gang Baru bukan sekadar pasar tempat terjadinya transaksi ekonomi saja, namun lokasi ini juga terjadi transaksi kultural. Artinya, tak hanya tersedia sembako, pernak-pernik sembahyang pun tersedia. Di lokasi ini toleransi, saling pengertian, dan menghormati berkembang dengan alami.

Kegiatan ini terus berlanjut ke Gang Cilik dan sejenak mampir ke Rumah Kertas, salah satu penjaga budaya Tionghoa. Karena, rumah kertas merupakan salah satu bagian dari ritual masyarakat Tionghoa.

Heritage walk dilanjutkan menyusuri Gang Gambiran dan Bong Pay Gambiran. Kawasan ini dulunya merupakan sentra pembuatan batu ukir untuk makam Tionghoa alias Bong Pay. Hingga kini usaha tersebut masih berjalan turun temurun.

Kemudian dilanjutkan ke Rumah ‘Tjap Kodok’, Rumah Kaligrafi di Gang Besen dan Gedung Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong. Puncaknya, singgah ke Klenteng Hwie Wie Kiong atau yang dikenal dengan Klenteng She Tan. Kelenteng ini didirikan oleh Tan Seng Ong pada 1814.

Acara ini pun ditutup dengan diskusi yang menampilkan Rukardi Achmadi selaku Sejarawan dan Haji Maksum Pinarto selaku Ketua PITI Kota Semarang sebagai pembicara.

“Semoga para peserta setelah menjelajah Pecinan bisa menularkan semangat toleransi di lingkungannya masing-masing,” pungkas Ketua Yayasan Widya Mitra Widjajanti Darmowiyono.