Kebiasaan Orang Tionghoa yang Sudah Tua

2017-08-11 14:47:38
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Senam bersama lansia di Chongqing, Tiongkok. Itu meruapakan salah satu kebiasaan orang-orang Tionghoa yang sudah tua. Dapat ditemukan di berbagai negara. (Istimewa)

ADA kebiasaan orang Tionghoa di berbagai tempat jika sudah tua. Kebanyakan melakukan aktivitas menari di alun-alun, atau olahraga ringan.

Di dunia internet, sekelompok orang tua sedang menari sambil mengenakan earphone di alun-alun kota. Aktivitas itu, menjadi viral di Tiongkok. Padahal itu merupakan kebiasaan orang-orang Tionghoa yang sudah tua.

Dalam video tersebut para lansia menari pukul 07.30, diikuti lebih dari 100 orang memakai earphone nirkabel. Berlangsung di kawasan komersial Guanyinqiao, Chongqing, Tiongkok.

Biasanya, menari atau olahraga di alun-alun, bisa juga rekreasi, menjadi hal lumrah bagi Tionghoa di manapun berada. Bahkan, kerap kali pengeras suara yang dibawa bentrok dengan di tempat lain. Sambil memutar musik dan menari.

Untuk aktivitas olahraga, biasanya joging, tai chi, atau senam bersama.  Dilakukan setiap pagi hari, kadang juga sore. Di Indonesia, kadang dari aktivitas ini menjelma menjadi komunitas.

Seperti cerita Cheng, salah satu lansia di Guanyinqiao, aktivitas yang dilakukan itu, kadang membuat warga sekitar protes, karena pengeras suara yang digunakan. “Menari sunyi (tanpa pengeras suara) itu aneh,” tuturnya seperti dikutip dari Women of China.

Cheng termasuk di antara 220 juta lansia di Tiongkok yang suka senam, menari atau tai chi di alun-alun. Menurut perkiraan, kebiasaan itu akan semakin banyak dilakukan oleh warga Tiongkok. Diperkirakan pada tahun 2030 seperempat penduduk Tiongkok masuk kelompok lansia.

Kebiasaan itu dilakukan orang-orang lansia Tionghoa, selain memberikan manfaat kesehatan, juga berbiaya murah. Selain itu, bisa diikuti oleh siapa saja secara gratis.

Di Jakarta, contoh kelompok lansia yang suka menari dan menjadi komunitas adalah Tai Chi Sunrice, berada di Ancol. Komunitas yang berdiri pada tahun 2003 ini rutin mengadakan latihan setiap Senin, Rabu, dan Jumat di kawasan Ancol.

Pratiwi Indrawaty, Ketua Tai Chi Sunrice, mengatakan pada awal merencanakan pendirian Tai Chi Sunrise, beberapa temannya memberikan respons positif, sehingga memudahkan dalam menjalankan roda organisasi.

Menurut kelahiran Makassar ini anggota yang tergabung dengan komunitas itu didominasi oleh ibu-ibu dan orang lanjut usia, meski tidak ada batasan umur. “Kebanyakan anggota di sini sudah usia lanjut. Paling tua itu umur 88 tahun, tapi masih aktif latihan,” ceritanya.

Melalui komunitas itu, Pratiwi ingin menyampaikan pentingnya menjaga tubuh di usia tua. “Meski sudah tua tubuh harus tetap fit,” ungkapnya.