Langkah Baru untuk Budaya Tradisional Masyarakat Tionghoa

2017-09-22 16:15:53
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilsutrasi salah satu warisan budaya tradisional masyarakat Tionghoa di Indonesia. (Istimewa)

BERMIMPI untuk membuat peradaban baru dari budaya tradisional masyarakat Tionghoa di sleuruh dunia. Menelusri jejak selama ratusan tahun.

Sebuah langkah baru akan diciptakan oleh ilmuwan dan sejarahwan. Menggali budaya tradisional masyarakat Tionghoa. Baik yang masih menetap di Tiongkok ataupun yang sudah bermigrasi ke berbagai negara.

Adalah Ge Jianxiong, profesor senior dan tutor doktor di Universitas Fudan di Shanghai. Ingin menggali kembali warisan dan inovasi budaya tradisional masyarakat di Tiongkok. Menggandeng 27 ahli sinologi internasional di Perpustakaan Nasional di Beijing pada 12 September 2017.

Sebagai salah satu ilmuwan terkemuka di daratan Tiongkok, dia ingin meneliti tentang sejarah geografi, negara, populasi, migrasi dan budaya selama tiga dekade terakhir.

Bagi dia, budaya tradisional mengacu pada arus utama yang stabil. Ada di wilayah geografis tertentu untuk waktu yang cukup lama. Ini cocok sekali dengan masyarakat tertentu, yang membuatnya pasti tidak sesuai dengan dunia modern.

“Tiongkok telah mengalami transformasi yang luar biasa selama 30 tahun terakhir. Dunia berkembang dalam kecepatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya,” tuturnya seperti dikutip China Daily, Jumat, 22 September 2017.

Dia percaya perubahan dalam bidang sosial, ekonomi, teknologi dan budaya, menempatkan tantangan besar pada warisan budaya tradisional dari masyarakat Tionghoa.

Mengingat keadaan saat ini, ia mengusulkan empat prinsip untuk melestarikan budaya tradisional. Mencakup menjaga tradisi budaya sebagaimana adanya, melindungi semua tradisi tanpa diskriminasi, menumbuhkan kesadaran budaya di antara orang-orang Tionghoa dan menghilangkan tekanan finansial untuk mewarisi budaya tradisional.

“Orang mungkin khawatir bahwa beberapa nilai tradisional terbelakang akan menyebabkan pengaruh negatif di masyarakat,” kata Ge.

“Namun, sejarah perlu diingat, baik dan buruk. Itulah sebabnya memorial dan museum Auschwitz-Birkenau di Polandia dibangun, untuk menarik pelajaran dari masa lalu.”

Sedangkan untuk inovasi budaya tradisional Tionghoa, Ge menggambarkan strategi skimming krim dan menyerap intisari. ”Masih banyak yang bisa kita pelajari dari warisan budaya dan inovasi leluhur.”

“Transformasi kreatif adalah cara untuk memasukkan budaya tradisional Tionghoa ke dalam peradaban manusia masa depan,” tegasnya.