Makanan Wajib Selain Mooncake Saat Mid Autumn Festival

2017-10-04 13:14:53
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Labu, salah satu makanan wajib masyarakat di Tiongkok setiap Mooncake Festival. Bentuknya juga mirip dengan bulan yang sedang sempurna. (Istimewa)

SELAIN mooncake, ada makanan wajib yang selalu ada dalam Mid Autumn Festival. Maknanan itu mengandung berbagai makna dalam kehidupan. Apa saja?

Bagi masyarakat Tionghoa, kue bulan wajib ada selama Festival Pertengah Musim Gugur. Maka tak heran bila Mid Autumn kadang disebut Mooncake Festival. Hanya saja, warga di Tiongkok, punya makanan lain yang wajib ada, terutama untuk santapan bersama keluarga besar.

Maklum, saat perayaan Mid Autumn, semua keluarga berkumpul. Mirip dengan perayaan menyambut tahun baru Imlek. Kumpul dan makan bersama di rumah, atau di luar. Ketika Mid Autumn beberapa warga memanfaatkan beberapa sumber makanan yang banyak terdapat saat musim gugur.

Seperti dikutip dari The Beijinger, talas, salah satunya, dalam dialek Jiangsu dan Zhejiang, disebut yutou. Selain melimpah saat Mooncake Festival, juga dianggap mengandung keberuntungan dari dalam sayur tersebut. Banyak dimasak warga dan telah menjadi tradisi. Ada yang percaya, memakan talas saat festival membawa keberuntungan di tahun depan.

Masak dan makan talas mulai ada saat dinasti Qing. Selama Festival Pertengahan Musim Gugur, talas biasanya dikukus dan dikupas. Kadang ditambahkan daging babi atau ayam rebus, berpadu dengan saus kecap.

Berikutnya, labu atau nangua, dianggap sebagai karunia pada musim gugur, karena banyak orang yang panen. Dari bentuknya yang bulat, mencerminkan bulan purnama. Makan labu pada malam Mid Autumn Festival diyakini akan memberikan kesehatan di sisa usia.

Bahkan dalam sebuah legenda, seorang gadis dari dekat Gunung Selatan. Ketika gadis itu sedang berjalan, menemukan labu di ladang, lalu membawa pulang. Ia memasak dan diberikan kepada orangtuanya yang sedang sekarat.

Ajaibnya, pada besoknya, orangtua si gadis sembuh total dari penyakit yang diderita. Sejak saat itu, labu menjadi salah satu sajian wajib saat Mooncake Festival. Bahkan dikenal sebagai melon selatan.

Lalu ada bebek, banyak dimakan pada siang hari di Festival Pertengahan Musim Gugur, karena daging dianggap membawa kekayaan sepanjang tahun. Daerah yang berbeda di sekitar Tiongkok mempersiapkan bebek dengan cara berbeda.

Kadang disajikan bersamaan dengan beberapa makanan khas Mooncake festival. Di Nanjing, misalnya, bebek dikepang dengan larutan beraroma bunga musiman osmanthus, kemudian disajikan sebagai pembuka. Sementara warga Fujian, sering memasak bebek dengan talas, sedangkan di Sichuan kebanyakan memanggang.

Kepiting berbulu atau dazhaxie, banyak ditemukan selama September dan Oktober. Hal itu membuatnya menjadi sajian wajib saat Mooncake Festival. Dijadikan sebagai makanan utama saat kumpul bersama, terutama bagi warga yang tinggal di Shanghai.

Penyajiannya pun sangat sederhana, setelah dibersihkan, hanya dikukus, baru disantap. Hanya saja ada aturan untuk menikmatinya, karena mengandung energi yin atau dingin, baiknya dipadukan dengan makanan hangat, seperti jahe. Agar tak mengganggu kesehatan. Bisa juga disampur dengan cuka hitam Zhenjiang. Tapi ada juga yang menyantapnya bersamaan dengan minuman anggur.

Untuk buah-buahan yang wajib dinikmati adalah pir atau li. Dalam adat Tionghoa, memberi buah pir sebagai hadiah atau makanan saat acara bahagia dilarang keras. Makna dari buah pir adalah meninggalkan atau pemisah.

Kecuali saat Mid Autumn Festival. Buah pir dianggap melambangkan menyatukan kembali keinginan Anda. Menghindari perpisahan dari orang yang dicintai untuk setahun ke depan.

Terakhir adalah bunga osmanthus. Banyak dijadikan sebagai campuran teh dan selai, karena aroma wangi yang dikeluarkan cukup kuat. Bunga ini paling sering mekar pada saat Festival Kue Bulan. Maka, warga Tionghoa menjadikan sebagai campuran dalam roti reuni.

Dalam mitologi Tiongkok, pohon osmanthus tumbuh tanpa henti selama musim gugur. Bahkan ini dibuktikan dengan perintah kepada salah satu tokoh Tiongkok yaitu Wu Gang untuk menggunting bunga itu. Terbukti, setelah digunting tumbuh lagi.