Masjid Cheng Ho, Destinasi Wisata Religi di Jember

2017-11-03 14:50:53
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Masjid Cheng Ho Jember. (Istimewa)

MASJID Cheng Ho merupakan simbol keberagaman dan pemersatu budaya di Jember. Masjid ini dapat dijadikan destinasi wisata religi.

Masjid Cheng Ho, Jember tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, namun masjid ini menjadi destinasi wisata religi bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung detail arsitektur Tionghoa yang diaplikasikan pada banguan masjid.

Tempat ibadah yang berlokasi di Kelurahan Sempusari, Kaliwates, Jember ini diresmikan 13 September 2015. Masjid Cheng Ho dibangun atas inisiatif Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jember. Secara kebetulan masyarakat Islam Tionghoa berdomisili di sekitar Masjid Cheng Ho. Masjid ini sebagai penanda pemersatu budaya di Jember.

Selain itu, masjid ini merupakan simbol keberagaman masyarakat Jember. Menurut PITI, Jember mampu menjaga keharmonisan hidup antar budaya dan umat beragaman. Keharmonisan harus dijaga, karena mampu membuat Jember menjadi daerah dengan ketentraman yang efektitif.

Seperti Masjid Cheng Ho pada umumnya, Masjid Cheng Ho Jember juga mempunyai ciri khusus tersendiri. Luas bangunan induknya 350 meter persegi. Disamping kirinya berdiri menara berbentuk segi delapan. Melambangkan keberuntungan dengan ketinggian lima lantai yang berbentuk klenteng serta didominasi warna merah. Menara yang bertingkat lima tersebut melambangkan Rukun Islam dan Pancasila.

Bangunan tersebut berukuran 11 x 9 meter. Angka 11 memiliki arti ukuran Ka’bah saat dibangun. Sedangkan angka 9 melambangkan walisongo, yang berjasa besar dalam dakwah Islam di Jawa.

Tanah kompleks masjid tersebut merupakan hibah dari Pemkab Jember. Luasnya mencapai 5.000 meter persegi. Menjadikan masjid ini lebih luas dari Masjid Cheng Ho di Surabaya.