Masjid Ramlie Musofa Bentuk Akulturasi 3 Budaya

2017-11-06 14:00:28
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Masjid Ramlie Musofa (Oktaviani)

MASJID Ramlie Musofa merupakan akulturasi tiga budaya, yakni India, Indonesia, dan Tiongkok. Akulturasi budaya ini terlihat di setiap sudut ruangan.

Masjid Ramlie Musofa berada di tengah pemukiman warga mayoritas non-muslim, Jalan Danau Sunter Raya Selatan Blok I/10, No.12C-14A, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menjalankan fungsi sebagai tempat ibadah tanpa mengganggu warga sekitarnya. Tak hanya itu, masjid ini merupakan bentuk akulturasi tiga budaya, yakni India, Indonesia, dan Tiongkok.

Akulturasi budaya ini terlihat jelas di setiap ruangan. Pengunjung tak hanya menemukan aksara dalam bahasa Arab ataupun Indonesia, namun juga dalam bahasa Mandarin. Mulai dari papan nama masjid, surah al-qariah hingga ukiran surah Al-Fatihah di sisi kiri dan kanan tangga masuk serta di dinding dekat mimbar.

Keunikan lainnya, masjid yang dilengkapi 32 CCTV dan lift ini dapat menampung sekira 1.000 jemaah. “Masjid Ramlie Musofa tidak menggunakan pengeras suara saat azan. Hal ini bentuk toleransi antarumat beragama,” kata Asep, Pengurus Masjid Ramli Musofa.

Menurut Asep, nama masjid ini merupakan bentuk kecintaan H. Ramli Rasidin selaku pendiri masjid kepada keluarganya. “Nama masjid ini merupakan singkatan dari nama-nama anggota keluarganya, yakni Ramli Rasidin sendiri. Istrinya Lie Njoek Kim, serta ketiga anaknya, yakni Muhammad Rasidin, Sofian Rasidin, dan Fabianto Rasidin.”

Masjid yang arsitekturnya menyerupai Tajmahal ini ramai dipadati saat Salat Jumat. Selain untuk ibadah, saat akhir pekan masjid ini ramai dikunjungi untuk sekadar berfoto dengan latar belakang suasana masjid. Masjid ini dibuka mulai pukul 03.00 hingga pukul 20.30.