Mengenal Etnis Tionghoa Dari kelompok Hakka

Kamis, 12 April 2018 11:56:36
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Bakti sosial yang dilakukan oleh pengurus Hakka. (Istimewa)

Dibandingkan dengan etnis Tionghoa lainnya, Kelompok Hakka gemar mengembara, termasuk berpindah dari utara ke selatan di daratan Tiongkok.

JAKARTA – Sejak ribuan tahun silam, etnis Tionghoa sudah berdatangan dan menetap di wilayah Indonesia. Satu di antaranya berasal dari Kelompok Hakka. Orang-orang kelompok ini terkenal banyak yang meraih kesuksesan, lantaran orang Hakka dikenal sebagai pekerja keras, serta memiliki sejumlah nilai yang dianut dan diamalkan setiap waktu.

Nilai-nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun dari leluhur, di antaranya menghormati leluhur, mengajarkan berbakti, rukun dengan tetangga, menjunjung tinggi kesetiakawanan, berusaha dan bersatu, rajin, tekun, ulet, kuat, tabah, hemat, jujur serta mencintai Tanah Air.

Hakka merupakan salah satu kelompok Tionghoa Han yang terbesar di Tiongkok. Mereka sering berpindah-pindah karena tergolong etnis pengembara. Bahkan di Tiongkok sendiri, orang Hakka secara bertahap bermigrasi dari utara ke selatan karena bencana alam, perang, dan konflik.

Bahasa yang digunakan kelompok Hakka adalah bahasa Hakka. Di Indonesia umumnya dikenal dengan bahasa Khek. Bahasa yang dituturkan oleh orang Hakka ini merupakan suku Han yang tersebar di kawasan pegunungan Provinsi Guangdong, Fujian dan Guangxi di Tiongkok. Masing-masing daerah ini juga memiliki khas dialek Hakka yang berbeda, tergantung provinsi dan juga bagian gunung sebelah mana mereka tinggal. Bahasa Hakka/Khek juga merupakan salah satu dari tujuh bahasa utama di Republik Rakyat Tiongkok saat ini.

Walau Saling terpisah-pisah, para penutur Bahasa Hakka yang berbeda logat dan dialek dapat berbicara satu sama lain. Kemana pun mereka pindah, orang Hakka masih mempertahankan kebudayaan, terutama bahasa. Bahasa Hakka memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan Bahasa Mandarin daripada bahasa Tionghoa lain. Oleh karena itu, walaupun orang Hakka telah pindah dan menetap di berbagai daerah lain di Tiongkok, mereka masih mempertahakan bahasa dan kebudayaan. Hal ini dikarenakan kebiasaan berpindah dalam kelompok besar dan menetap bersama di tempat baru.

Orang Hakka di Indonesia terkonsentrasi di daerah Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Batam, Sumatera Selatan (Palembang), Bangka-Belitung, Lampung, Jawa, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin), Sulawesi Selatan (Makasar), Sulawesi Utara (Manado), Ambon, dan Jayapura.

Di luar Tiongkok, etnis Tionghoa dari kelompok Hakka juga terkenal karena kesuksesannya. Salah seorang tokoh Hakka yang kiprahnya dipandang sangat positif oleh dunia adalah mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew.