Pai Kui, Ritual Wajib Dalam Pernikahan Khonghucu

2018-01-11 19:20:00
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Hendro Wibowo
Kedua mempelai sedang melakukan Pai Kui kepada kedua orangtua. (Istimewa)

PAI Kui atau bersujud menyembah kepada orang tua merupakan ritual yang wajib dalam pernikahan Khonghucu.

Pernikahan menurut agama Khonghucu terbilang langka dilakukan. Seperti pernikahan-pernikahan pada agama lainnya, pernikahan agama ini pun memiliki ritual yang sakral dan penuh simbol-simbol. Pai Kui, salah satu ritual yang wajib dilakukan.

Dalam tradisi Khonghucu, permintaan doa restu itu dilakukan dengan Pai Kui. Pai Kui diartikan sebagai bersujud menyembah kepada orang tua. Wense Adjie Chandra menjelaskan ritual disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

“Karena, saat ini kita berada di klenteng, maka setelah sembahyang kepada Altar Thiang Kong (Tuhan Allah) dan altar tuan rumah yaitu Kongco Kwan Kong, barulah ke altar Nabi Khong Cu untuk memuja bakti kepada Nabi Khongcu, arwah leluhur dan orang tua kedua mempelai. Dilanjutkan dengan kotbah oleh pemimpin agama Khong Cu.  Di akhiri dengan pengambilan sumpah pernikahan,” ungkap Wense Adjie Chandra.

Wense Adjie Candra mengatakan, Pai Kui tidak asal dilakukan tapi harus dilakukan sungguh-sungguh dan dihayati. “Dalam agama Khonghucu, menghormat, Pai Kui, berlutut dan lainnya adalah penghormatan paling besar. sudah ada ribuan tahun sebelum Khonghucu lahir,” katanya.

Pai Khui kepada altar nabi dan altar para suci dilakukan tiga kali jongkok. Sekali jongkok tiga kali berlutut atau Sam Kui Kiu Kao. Tapi kalau dihadapan orang tua dilakukan It Kwi Jit Kao, yaitu satu kali berlutut, dua kali menghormat. Diulang empat kali.

“Mengapa harus empat kali? Dalam agama Khonghucu, orang tidak boleh lupa dengan empat dasar kehidupan. Orang itu punya kasih sayang, kebenaran, tata krama dan kecerdasan. Ini diingatkan terus dalam wujud sekali Kwi dua kali Ndingkluk. Tapi kalo orang tuanya tinggal sendiri ya sekali Kwi sekali Ndingkluk. Itu hanya untuk orang tua. Tidak boleh untuk orang lain. Kalo orang tuanya tinggal sendiri ya satu kali, kalo masih lengkap ya dua kali. Kalo orang tua sudah meninggal semua, terserah. Pai Kui hanya untuk orang tua atau wali.” tutupnya.