Sambut Kelahiran Bayi dengan Tradisi Man Yue

2017-10-26 16:10:01
Editor : Porwanto | Reporter : Oktaviani
Tradisi Man Yue merupakan acara menyambut kelahiran bayi yang baru berumur satu bulan. (Istimewa)

TRADISI Man Yue merupakan acara menyambut kelahiran bayi yang baru berumur satu bulan. Selain pesta telur merah, nama bayi diumumkan.

Bila umat Muslim menggelar acara aqiqah untuk bayi yang baru lahir, maka warga keturunan Tionghoa memiliki tradisi ‘Man Yue’ atau peringatan bayi berumur sebulan. Orangtua yang berbahagia akan memperkenalkan kehadiran momongan baru mereka kepada teman dan sanak saudara. Tentu, sambil merayakan pesta telur merah. Secara tradisi, nama bayi tersebut akan diumumkan saat itu juga.

Tradisi ini tidak hanya berlaku di daerah tertentu saja, namun hampir dilakukan semua warga Tionghoa, baik yang tinggal di kota besar maupun di daerah. Pada acara Man Yue, bayi akan mengenakan baju berwarna merah dan akan dilakukan pengguntingan rambut.

Tamu-tamu yang menghadiri pesta telur merah akan membawakan berbagai kado. Angpao selalu diberikan kepada bayi laki-laki, sementara bayi perempuan akan mendapatkan berbagai perhiasan mahal. Para tamu undangan tidak meninggalkan pesta dengan tangan  kosong. Biasanya, orangtua sang bayi akan memberikan ‘bingkisan’ telur merah atau kue tart yang dipesan secara khusus kepada tamu yang datang. Menandakan kebahagiaan dan sebuah permulaan hidup yang baru dengan hadirnya sang bayi.

Pesta telur merah berasal dari budaya Tiongkok sejak zaman dahulu. Seperti di negara-negara lain, angka kematian bayi di Tiongkok zaman dahulu cukup tinggi sebelum berkembangnya ilmu pengobatan modern pada abad ke-20. Oleh karena itu, seorang bayi yang telah berusia satu bulan kemungkinan besar dapat bertahan hidup sampai dewasa. Maka diadakan sebuah pesta untuk merayakan hal tersebut.

Secara tradisi, masa nifas (umur bayi satu bulan/ibu istirahat satu bulan setelah melahirkan tanpa keluar rumah) juga merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan kembali sang ibu kepada masyarakat luar. Orang Tionghoa percaya bahwa ibu-ibu berada dalam kondisi tubuh paling lemah sepanjang masa hidupnya setelah melahirkan. Para ibu melakukan istirahat di dalam rumah selama sebulan penuh pasca melahirkan.

Pada zaman dahulu, Man Yue terkadang hanya dirayakan kepada bayi laki-laki saja. Atau perayaan buat bayi laki-laki lebih megah dibanding perempuan. Karena, dalam tradisi orang Tionghoa, anak laki-laki lebih penting. Sekarang, pesta dirayakan untuk bayi jenis kelamin laki-laki maupun perempuan.