Sembahyang Tanggal 1 dan 15 Setiap Bulan Imlek

2017-09-12 16:10:29
Editor : Azis Faradi | Reporter : Oktaviani
Altar yang telah dibersihkan untuk sembahyang tanggal 1 dan 15 setiap bulan kalender Imlek. (Oktaviani)

WARGA Tionghoa, terutama penganut Buddha selalu mengadakan sembahyang tanggal 1 dan 15 setiap bulan tahun Imlek. Melakukan berbagai kebaikan.

Kadang umat menyebutnya sembahyang menyambut tanggal 1 sebagai chu yi. Adapun tanggal 15 sebagai sembahyang cap go. Kedua ritual yang rutin diadakan setiap bulan penanggalan Imlek ini menjadi wahana menyebar kebaikan.

Kedua sembahyang itu menjadi ciri khas warga Tionghoa, sebagai bentuk bakti kepada Buddha dan leluhur. Seperti yang dilakukan umat di Vihara Bodhisattva Hungsin Fothang, Pangkalan Baru, Bangka Tengah.

Umat Buddha selalu ramai untuk bersembahyang. Mereka rata-rata yang punya tempat tinggal dekat dengan vihara tersebut. Dalam sembahyang chu yi dan cap go, kegiatannya, seperti membaca paritta suci dengan khusyuk.

Posisi tubuh harus tegak dan buku paritta dibuka dengan kedua tangan, menyanyikan lagu suci, mendengarkan ceramah dharma yang dibawakan oleh penceramah berbeda. Ada juga persembahan buah-buahan atau sien kung, dan terakhir sembahyang.

Meskipun jumlah umat yang datang kadang sedikti, tapi tak mengurangi ketulusan hati untuk beribadah. Setiap kali datang bersembahyang selalu menyisihkan uang untuk disumbangkan. Dana itu dibelikan berbagai keperluan, misalnya, buah, minyak untuk lampu pelita, hio, lampu, dan lain-lain.

Sumbangan yang diberikan ke vihara dilakukan dengan suka rela, tanpa unsur paksaan dari pengurus. Bahkan tak ada kewajiban umat untuk berdana. Tradisi lain sebelum sembahyang chu yi dan cap go adalah membersihkan patung.

Dilakukan setiap dua pekan sebelum hari sembahyang tiba.  Dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan seluruh bangunan vihara.