Srikandi Berkuda Meriahkan Pawai Kejurnas Wushu Di Yogyakarta

Senin, 02 April 2018 16:25:34
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Hendro Wibowo
Empat Srikandi berkuda memeriahkan pawai Kejurnas Wushu 2018 di Kota Yogyakarta. (Hendro Wibowo)

Pawai Kejurnas Wushu kali ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat dan wisatawan yang ada di Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Empat srikandi wanita dengan menggunakan pakaian adat Mongolia, duduk terampil mengendalikan laju empat kuda yang mereka tunggangi, membuka pawai Kejurnas Wushu 2018. Pawai ini dihelat di Jl. Malioboro, Yogyakarta pada Kamis (29/3) sore, memeriahkan gelaran Kejurnas Wushu Junior dan Senior 2018 pada 29 Maret – 3 April 2018 di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

“Saya bersama Ibu Intan, Ibu Dewi dan Ibu Shinta, sengaja ikut pawai menjadi pasukan berkuda, untuk memeriahkan Kejurnas Wushu. Kami berasal dari berbagai komunitas Tiongho di Yogyakarta, seperti Fu Qing dan Hakka. Namun dalam pawai ini kami menggunakan baju khas Mongolia yang kebiasaan sehari-harinya memang berkuda,” jelas Ellyn Subiyanti, satu dari empat srikandi berkuda kepada Indochinatown.

Pawai pembukaan Kejurnas Wushu berlangsung dari Kepatihan menyusuri Jalan Malioboro, Yogyakarta menuju ke GOR Among Rogo, melewati Gondomanan, Pakualaman, Jalan Kusumanegara dan berbelok ke Jalan Cendana, diawali dengan pasukan drumband. Di belakangnya ada mobil yang membawa Piala Presiden Republik Indonesia dan Piala Raja Sultan Hamengkubuwono X yang akan diperebutkan dalam Kejurnas Wushu kali ini. Di belakangnya ada pembawa banner LED Kejurnas Wushu dan pasukan pembawa bendera merah putih dan panji - panji lambang Pengda Wushu se-Indonesia milik masing-masing kontingen.

Selanjutnya ada pasukan berkuda berbusana Mongolia dan pasukan bregodo keraton yang mengawal kereta kencana, yang di dalamnya ada Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto. Dan, berturut-turut di belakangnya mengikuti andong yang membawa Bapak Wushu Indonesia IGK Manila, serta andong yang ditumpangi kontingen Kejurnas Wushu dari 25 Pengda Wushu se-Indonesia. Pawai sempat berhenti beberapa kali, terutama di kawasan Malioboro, sebelum akhirnya tiba di GOR Amongrogo, Yogyakarta.