Tiongkok dan Indonesia Kuasai Situs Warisan Budaya tapi Beda Kelas

2017-07-14 10:25:40
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Candi Borobudur di Indonesia, salah satu situs warisan budaya dunia. Untuk negara yang kuasai jumlahnya di dunia adalah Tiongkok. (Istimewa)

Jumlah situs warisan budaya dunia di Tiongkok terus bertambah. Bahkan kuasai yang terdaftar secara keseluruhan. Begitu juga Indonesia, tapi beda kelas.

PENETAPAN Gulangyu sebagai salah satu situs warisan budaya dunia oleh Unesco pada 8 Juli 2017, membuat Tiongkok menjadi negara yang memiliki situs peninggalan paling banyak di dunia. Bersanding dengan Italia.

Jumlah situs warisan budaya dunia di Tiongkok mencapai 52. Ini merupakan penetapan yang kedua selama tahun ini. Sebelumnya cagar alam Hoh Xil di dataran tinggi Qinghai-Tibet masuk.

Gulangyu, merupakan pulau di pesisir Kota Xiamen, Fujian. Ini merupakan daerah pejalan kaki. Penetapan ini bersamaan dengan ulang tahun ke-30 penetapan situs warisan budaya dunia Unesco.

Semakin meningkatnya jumlah penetapan situs warisan budaya dunia bagi Tiongkok dipengaruhi oleh kebijakan dari pemerintah pusatnya.

Profesor Jin Yuanpu, Direktur Institut Industri Budaya di Universitas Renmin Tiongkok, mengatakan bahwa ada perhatian baru yang diberikan pada pelestarian budaya setelah Revolusi Kebudayaan.

“Dari pemerintah pusat, hingga banyak kelompok akar rumput, berikan perhatian terhadap pelestarian karya peninggalan budaya dan alam,” katanya kepada New York Times.

Setelah Tiongkok dan Italia, ada Spanyol dengan jumlah situs warisan budaya dunia mencapai 46, lau Perancis sebanyak 42 dan Jerman 41. Lalu di mana Indonesia?

Negara dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa ini sama dengan Tiongkok, menempati urutan nomor pertama, tapi di kelas yang berbeda. Indonesia menjadi negara dengan jumlah situs warisan budaya dunia terbanyak di kawasan Asia Tenggara.

Jumlah situs situs warisan budaya dunia di Indonesia mencapai 8, diikuti Vietnam, Filipina, dan Thailand. Situs warisan budaya yang dimaksud itu antara lain Candi Borobudur, Subak, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lorentz, Candi Prambanan.

Lalu ada nama Daerah Manusia Pra-sejarah Sangiran, Hutan Hujan Tropis Sumatera, dan Taman Nasional Ujung Kulon. Adapun yang sedang diusulkan masuk sebanyak 18 tempat.