Warga Tiongkok, Hormati Leluhur Dengan Festival Qingming  

2017-11-02 19:28:23
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Festival Qingming. (Istimewa)

TAK hanya untuk hormati leluhur, Festival Qingming juga digelar untuk menghormati para pahlawan.

Setiap tanggal 4 April, warga Tiongkok menggelar festival Qingming. Hormati leluhur merupakan tujuan utama festival ini. Bentuk penghormatan yang dilakukan warga Tiongkok adalah membersihkan kuburan, meletakan makanan, dan membakar uang-uangan.

Mereka juga membawakan bunga untuk dipersembahkan kepada leluhur. Makanan yang disajikanpun adalah makanan kesukaan atau favorit kerabat itu semasa hidupnya. Uang tiruan yang dipersembahkan, nantinya dibakar dan didoakan supaya berkah untuk leluhur.

Festival yang dikenal juga dengan nama Tomb Sweeping Day ini awalnya untuk mengenang kematian seorang pejabat, Jie Zitui yang setiap pada kaisar. Dia rela memotong daging kakinya sendiri untuk menyelamatkan kaisar di masa pengasingan.

Seiring waktu, festival ini untuk menghormati para leluhur, pahlawan, termasuk orang-orang yang terlibat dalam peristiwa Tiananmen Square. Tidak hanya leluhur atau orang-orang yang telah meninggal, festival ini juga untuk mengenang hewan peliharaan yang dikubur layaknya manusia.

Selain membersihkan kuburan, warga Tiongkok juga bermain layang-layang, baik siang hari maupun malam. Saat malam hari, mereka akan menggatungkan lentera kecil dilayangannya, sehingga terlihat seperti taburan bintang.

Festival Qingming tak hanya dirayakan masyarakat Tiongkok saja, namun juga Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang. Bahkan, mereka menjadikan hari festival sebagai libur nasional. Warga Tionghoa di Indonesia menyebutnya dengan Festival Cengbeng.