Generasi Muda Tionghoa Tebar Pesona Sang Bulan untuk Terangi Jakarta

2017-10-10 10:53:06
Editor : Azis Faradi | Reporter : Nurrochmansyah
Koko Cici meriahkan Mooncake Festival, kewajiban sebagai generasi muda untuk menjaga budaya leluhur Tionghoa di Jakarta. (Nurrochmansyah)

GENERASI muda Tionghoa yang tergabung dalam Koko Cici, peringati Mooncake Festival dengan membuat tajuk “Pesona Sang Bulan, Terangi Jakarta”.

Perayaan Mooncake Festival 2017, semua generasi, baik tua ataupun muda dari Tionghoa memperingatinya. Begitu juga dengan anggota Koko Cici Jakarta. Memanfaatkan momentum itu untuk sebarkan budaya leluhur dengan tajuk “Pesona Sang Bulan, Terangi Jakarta”

Kegiatan yang berlangsung di Main Atrium Pluit Village Mall, Jakarta Utara ini, Koko Cici Jakarta coba menceritakan kepada masyarakat urban, sejarah kue bulan dengan berbagai penampilan yang unik dan menarik.

Selain itu, ada fashion show busana akulturasi antara kebudayaan Indonesia dan Tionghoa. “Dan untuk menambah kemeriahan acara, kami menunjukkan beberapa penampilan dari Koko Cici Jakarta,” ujar Koko Andre, panitia acara, belum lama ini.

Koko Andre berharap, melalui event tersebut perayaan Festival Kue Bulan bukan hanya dijadikan tradisi semata, tetapi masyarakat bisa tahu maknanya. “Kue bulan yang bulat sempurna melambangkan keutuhan. Sama seperti harapan kami bagi bangsa dan negara tercinta Indonesia. Agar terus utuh, damai, dan makmur.”

Mid Autumn Festival atau Zhong Qiu Jie merupakan salah satu kebudayaan Tionghoa yang masih kental di Jakarta. Perayaan ini dilakukan setiap tanggal 15 bulan 8 tahun 2568 Imlek. Berdasarkan keyakinan, pada hari itulah bulan dan bumi berada pada jarak terdekat, sehingga bulan tampak terlihat paling bulat dan bersinar terang.

Di Indonesia, sambungnya, masyarakat Tionghoa merayakannya dengan menyantap kue bulan bersama. salah halnya dengan warga Tionghoa di berbagai belahan dunia. Bentuknya yang bulat sempurna melambangkan terangnya bulan yang menyinari bumi, serta keutuhan dan kesatuan keluarga.