Jurus Tiongkok Atur Tenaga Kerja yang Dikirim ke Indonesia

2017-07-17 16:16:36
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilsutrasi tenaga kerja Tiongkok. Pemerintah setempat akan atur pengiriman ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. (Istimewa)

Tak mau disalahkan soal isu tenaga kerja yang membanjiri Indonesia. Tiongkok bikin mekanisme yang atur tenaga kerja yang akan dikirim.

PERWAKILAN dari Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia mengungkapkan saat ini pemerintah setempat sedang mengatur mekanisme pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Ini juga berkaitan dengan isu tenaga kerja Tiongkok membanjiri Indonesia.

Wang Liping, perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok, mengungkapkan aturan mekanisme pengiriman itu juga berkaitan dengan pengiriman ke luar negeri secara ilegal. “Saat ini Pemerintah Tiongkok sedang menyusun peraturan-peraturan dan memberantas pengiriman-pengiriman tenaga kerja Tiongkok.”

Dia menambahkan, untuk tenaga kerja di Indonesia, kebanyakan untuk tenaga ahli dan posisi tertentu. Ini untuk membantah kabar pekerja kasar yang banyak ikut ke Indonesia, bersamaan dengan proyek yang digarap.

“Tenaga kerja Tiongkok sebagai tenaga ahli. Manajemen,” jelasnya di sela acara Kebijakan dan Prosedur Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia, Senin (17/7/2017).

Wang mengklaim, selama ini perusahaan asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia, lebih memilih tenaga kerja lokal. Menurutnya, perusahaan yang mendatangkan pekerja dari Tiongkok lebih mahal.

“Kalau di Indonesia mendatangkan biasanya satu tahun, uang ongkos, gaji, tiket pesawat, pulang pergi dan akomodasi totalnya sekitar USD 35 ribu. Bisa 10 kali lipat biayanya dari tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Bahkan, sambungnya, sebagai alternatif, banyak yang mengirim mahasiswa ke Tiongkok untuk belajar. Setelah kembali ke Indonesia, bisa digunakan untuk mengganti tenaga kerja dari Tiongkok.

“Selesai langsung terjun ke lapangan. Ikut pembangunan dan pengelolaan proyek (di Indonesia,” tegasnya.