Laksamana Sampo Lo Khoei Kian, Pendiri Padepokan Pencak Silat ‘Cha Kung’

2017-11-14 15:29:46
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Makam Laksamana Sampo Lo Khoei Kian. (Istimewa)

LAKSAMANA Sampo Lo Khoei Kian memperkenalkan ‘Cha Kung’ saat mendirikan padepokan pencak silat ini di Pulo Aren.

Kampung Cakung, Jakarta Timur menyimpan sejarah panjang. Berdiri pada abad ke-14, kampung ini pada awalnya bernama Pulo Aren. Nama Cakung berasal dari sebuah padepokan pencak silat ‘Cha Kung’ (segala daya upaya) yang didirikan oleh Laksamana Sampo Lo Khoei Kian. Sejak itulah kampung Pulo Aren disebut Kampung Cakung.

Itulah sekelumit kisah terbentuknya Kampung Cakung yang mulai dilupakan masyarakat. Tak hanya sejarah, situs sejarahnya pun mulai terabaikan. Makam Laksamana Sampo Lo Khoei Kian atau yang dikenal dengan nama Rakeyan Jaya Laksana salah satunya.

Berdasarkan penelusuran tim Indochinatown.com, makam Laksamana Sampo Lo Khoei Kian  terletak di belakang gudang PT Chow Bersaudara, Cakung Barat, Jakarta Timur. Makam ini tampak tak terawat, hanya tersisa beberapa batu bata di area pemakaman. Makam Kumpi Rakean ini seolah terlupakan. Banyak kalangan yang tak mengingat ataupun peduli dengan tempat peristirahatan terakhir Sang Laksamana.

Untuk diketahui Laksamana Sampo Lo Khoei Kian datang ke Pulau Jawa pada 1411 Masehi. Misi utamanya adalah mencari keberadaan Laksamana Cheng Ho, yang tidak diketahui keberadaannya setelah melakukan perjalanan ke berbagai negaram termasuk wilayah Nusantara.

Saat berada di Pulau jawa, Sang Laksamana diangkat menjadi orang penting di Kerajaan Padjajaran. Dia bertindak sebagai pimpinan tertinggi. Tak hanya itu, Laksamana Sampo Lo Khoei Kian pun menemukan tambatan hatinya di Nusantara. Hayati namanya. Kakak kandung dari Syeikh Quro Bernama.