PM Tiongkok Pastikan Penggunaan Tenaga Kerja Indonesia

Senin, 07 Mei 2018 18:35:21
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Presiden Joko Widodo bersama PM Tiongkok Li Keqiang saat memeriksa pasukan jajar kehormatan di Istana Bogor. (Istimewa)

Saat bertemu dengan Presiden Jokowi, PM Tiongkok Li Keqiang memastikan penggunaan tenaga kerja Indonesia pada perusahaan Tiongkok di Indonesia.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menerima kunjungan kerja PM Tiongkok Li Keqiang di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat. Sejumlah agenda dibahas dalam pertemuan ini, salah satunya terkait tenaga kerja di perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia. Li memastikan, perusahaan tersebut harus menyerap tenaga kerja Indonesia.

Polemik masalah tenaga kerja sempat menjadi ramai, setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo dianggap pro terhadap penggunaan pekerja asing di Indonesia, lantaran menerbitkan Perpres No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Perpres ini sebelumnya banyak disebut-sebut untuk mengakomodir masuknya pekerja asing, terutama dari Tiongkok.  

Di hadapan Presiden Joko Widodo dan awak media, PM Tiongkok Li Keqiang memastikan, perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia, wajib untuk menggunakan tenaga kerja lokal dalam jumlah mayoritas. “Indonesia dan Tiongkok harus sama-sama mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditanamkan. Kami tekankan, perusahaan Tiongkok yang berinvestasi (di Indonesia), sebagian besar harus menggunakan tenaga kerja indonesia,” jelas Li dalam pernyataannya bersama Presiden Joko Widodo, Senin (7/5).

Ditambahkan olehnya, tenaga kerja Indonesia nantinya akan digunakan dalam investasi perusahaan Tiongkok di Bitung (Sulawesi Utara), Tanah Kuning, Kalimantan Utara, serta Sei Mangkei dan Kuala Tanjung (Sumatera Utara). Di daerah-daerah tersebut, perusahaan Tiongkok akan berinvestasi pada pembangunan pelabuhan hingga industri perikanan. “Kami arahkan perusahaan Tiongkok ke empat wilayah tersebut,” pungkas PM Tiongkok.