Sengketa Wihara Tri Ratna Terus Bergulir

2017-10-30 15:44:43
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Tim IndoChinaTown
Pengurus Yayasan Wihara Tri Ratna menolak pembongkaran Wihara Tri Ratna. (Istimewa)

Yayasan Wihara Tri Ratna telah mengajukan gugatan perdata ke PN Jakarta Pusat. Kasus sengketa ini masih dalam proses mediasi dengan pihak Moe Irwan Raharja

WIHARA Tri Ratna menjadi objek sengketa dalam kepemilikan tanah dan bangunan antara Yayasan Wihara Tri Ratna dan Moe Irwan Raharja. Gugatan kepemilikan tanah dan bangunan yang berada di Jalan Lautze No. 64, Sawah Besar, Jakarta Pusat ini sudah berlangsung cukup lama.

Tedian Wibowo, Ketua Yayasan Wihara Tri Ratna mengatakan, gugatan itu berawal saat pengurus yayasan menerima surat gugatan dari Moe untuk segera mengosongkan tanah bangunan pada 2014. Ini sesuai berdasarkan perkara perdata Nomor 329/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Pst.

“Dalam gugatannya, menuntut pengurus Yayasan Wihara Tri Ratna mengosongkan tanah dan bangunan. Namun, perkara itu diputuskan tidak diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” jelas kepada Indochinatown.com.

Berdasarkan Sertifikat Hak Pakai No. 117/Kartini yang diterbitkan pada 1976, tercatat bahwa di atas tanah hak pakai tersebut sudah berdiri sebuah kelenteng atau wihara. Bahkan, bangunan ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya DKI Jakarta sejak 1972.

“Jika peralihan hak atas tanah dan bangunan ini tentu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pejabat yang berwenang. Dalam hal ini, Gubernur DKI Jakarta,” kata Tedian.

Pihak Yayasan Wihara Tri Ratna pun telah mengajukan gugatan perdata dalam Nomor 236/pdt.G/2017/PN.Jkt.Pst. Saat ini masih dalam proses mediasi dengan pihak Moe Irwan Raharja. “Tempat ibadah ini masih aktif digunakan untuk beribadah umat Budha. Jangan sampai Wihara Tri Ratna dibongkar. Mudah-mudahan hakim bisa memutuskan dengan adil,” tutupnya.