Silatnas FKUB Perkuat Keberagaman

2017-12-05 17:17:52
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Silaturahmi Nasional FKUB 2017. (Istimewa)

SILATURAHMI Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Silatnas FKUB) diharapkan dapat perkuat keberagaman.

Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Silatnas FKUB) baru saja digelar pada 27-29 November di Jakarta. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama (Menag) menegaskan, komitmennya untuk memperkuat peran dan fungsi FKUB. Menjaga keberagaman guna menciptakan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, dan Kapus Bimbingan dan Pendidikan Konghucu.

“Keberadaan FKUB sangat penting di Negeri yang beragam ini. Untuk itu, harus ada regulasi setingkat Undang-undang yang memayungi FKUB,” tegas Menag saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) 2017 dan Silaturahmi Nasional Tokoh Agama di Jakarta.

Lebih lanjut, Kemenag berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penguatan institusi ini melalui regulasi. “Kita telah menyiapkan RUU PUB, agar posisi FKUB bisa semakin kuat,” kata Lukman.

Menurut Lukman, pemerintah, baik pusat maupun daerah, mempunyai tanggung jawab bersama agar FKUB bisa menjalankan tupoksinya dengan baik dan benar. Karenanya, regulasi harus diperkuat.

“Pimpinan FKUB bisa pro aktif meyakinkan kepala daerah di tempatnya masing-masing, agar memiliki komitmen dan pemahaman yang cukup tentang pentingnya FKUB,” ungkapnya.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Ferimeldi menilai rakornas dan silaturahim ini sangat penting dan strategis. Karena, FKUB mempunyai peran penting, antara lain dalam melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat. FKUB juga menjadi wadah untuk menampung aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat untuk selanjutnya menyalurkan aspirasi tersebut ke dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan pertimbangan kepala daerah.

FKUB juga melakukan sosialisasi regulasi dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat. Untuk FKUB kabupaten/kota, mereka bertugas memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah. 

“Acara ini diselenggarakan, salah satu tujuannya adalah melakukan pemberdayaan FKUB, di samping ajang Silaturahim antar FKUB seluruh Indonesia,” tandas Ferimeldi.