World Bank Akui Indonesia sebagai ‘Top 10 Reformer

2017-11-01 17:14:32
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Sri Mulyani, Menteri Keuangan. (Istimewa)

‘TOP 10 Reformer’ artinya World Bank mengakui Indonesia masuk dalam 10 negara terbaik di dunia yang melakukan reformasi kemudahan berusaha.

Berdasarkan laporan tahunan Doing Business 2018 bertajuk ‘Reforming to Create Jobs’ yang baru saja diterbitkan World Bank, mengakui Indonesia sebagai ‘Top 10 Reformer’. Artinya, Indonesia masuk dalam 10 negara terbaik di dunia yang melakukan reformasi kemudahan berusaha selama kurun waktu 15 tahun terakhir.

World Bank mengakui Indonesia setidaknya telah melakukan perbaikan pada tujuh indikator, yakni simplifikasi pendaftaran usaha baru, perbaikan akses atas listrik, efisiensi biaya pengurusan izin properti usaha, transportasi data kredit, penguatan perlindungan terhadap investor minoritas, perbaikan akses kredit usaha melalui pendirian credit bureau dan perkembangan perizinan berbasis elektronik untuk perdagangan internasional.

Hal ini yang menempatkan Indonesia pada rangking Kemudahan Berusaha ke-72, atau naik 19 peringkat dari tahun sebelumnya. Dengan pencapain ini, posisi Indonesia masih lebih tinggi di antara negara berkembang lainnya, seperti Afrika Selatan (82), India (100), Filipina (113), Brazil (125). Bahkan, pada tahun ini, posisi Indonesia berhasil melewati Tiongkok yang berada pada peringkat ke-78.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan mengatakan, perbaikan ranking Indonesia ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperbaiki iklim usaha dan mendorong investasi. Tak hanya itu, peran sektor swasta sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Presiden Joko Widodo terus mendorong koordinasi antarinstansi pemerintah untuk memperbaiki regulasi dan memudahkan berusaha. Ranking Indonesia untuk kemudahan berusaha membaik 39 posisi dibandingkan di awal pemerintahan. Ini merupakan upaya kolektif yang melibatkan banyak instansi di berbagai lini,” katanya seperti yang dilansir Pikiran-rakyat.com.