10 Tahun Lagi Tenaga Kerja Indonesia Tak Akan ke Hongkong, Benarkah?

2017-07-11 16:13:34
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) bersama tenaga kerja Indonesia yang mengadu nasib ke Hongkong. (Istimewa)

Prediksi pemerintah, dalam 10 tahun kedepan tenaga kerja Indonesia tak akan ke Hongkong. Pemicunya, karena pertumbuhan ekonomi yang semakin baik.

KEMENTERIAN Tenaga Kerja Hongkong mengeluarkan kebijakan baru, terutama mengenai pekerja paruh waktu. Banyak yang datang dari luar negeri, seperti Indonesia dan Filipina. Hanya saja, tenaga kerja dari Indonesia kemungkinan tak dikirim lagi.

Law Chi-kwong, Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, mengatakan orang Indonesia dapat berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong. Karena ekonomi yang sedang berkembang dengan pesat.

“Orang Indonesia akan berhenti datang ke Hongkong dalam 10 tahun kemudian. Kenapa mereka harus datang? Perekonomian Indonesia tumbuh 5,02 persen tahun lalu,” katanya seperti yang dikutip dari South China Morning Post, belum lama ini.

Selama ini, pekerja rumah tangga Indonesia, hanya memiliki pelatihan dasar tentang bagaimana merawat orang tua. Rata-rata tidak memiliki keterampilan untuk merawat orang yang terkena penyakit kronis.

Untuk mengatasi itu, terpaksa warga Hongkong menyewa profesional untuk merawat orang tua selama beberapa jam. Dalam sepekan bisa membayar sekitar HK$ 10.000. Maka perlu aturan baru, sehingga tak perlu menyewa profesional.

Dia menambahkan, ketika ingin mendesak tenaga kerja Indonesia supaya memenuhi aturan yang baru, maka banyak yang tak masuk kualifikasi. Di satu sisi, Hongkong masih membutuhkannya, dan 10 tahun lagi, Indonesia tak perlu bekerja ke Hongkong.

Data dari kementerian setempat, ada 150.000 pekerja paruh waktu tahun lalu, naik 17 persen menjadi 128.000 dari tahun 2011.