Dua Sistem Superkomputer Tiongkok Ungguli AS

2017-11-15 11:14:42
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Sunway TaihuLight. (Istimewa)

Sunway TaihuLight dan Tianhe-2, dua sistem superkomputer milik Tiongkok ini mengungguli superkomputer milik AS.

Kembali, Tiongkok keluar sebagai pemenang superkomputer tercepat di dunia. Tiongkok berhasil keluar sebagai pemenang setelah dua sistem superkomputernya, yakni Sunway TaihuLight dan Tianhe-2 unggul dari sistem superkomputer lainnya. Negara ini pun mengklaim bahwa mereka telah mengalahkan Amerika Serikat (AS) dalam jumlah keseluruhan sistem yang diperingkat.

Sunway TaihuLight berhasil mempertahankan posisi teratas untuk keempat kalinya. Mesin ini memiliki kinerja 93,01 petaflops. Tianhe-2 yang juga dikenal dengan Bima Sakti-2 tetap berada diposisi kedua dengan kinerja sepertiganya 33, 86 petaflops.

Ironisnya, Sunway TaihuLight berada diposisinya saat ini karena kebijakan AS pada 2015. Saat itu, pemerintah AS melarang intel membantu Tiongkok memperbaharui komputer Tianhe-2. Departemen Perdagangan menolak permohonan untuk mengekspor puluhan ribu prosesor yang dibutuhkan untuk memperbaiki superkomputer tersebut. Dengan alasan kekhawatiran mengenai penelitian nuklir yang dilakukan oleh mesin tersebut.

Di posisi ketiga ditempati Piz Daint dari Swiss. Sebuah superkomputer terkuat di Eropa. Pendatang baru, sistem dari Jepang bernama Gyoukou menempati posisi ke-4 menggeser posisi Titan, sistem teratas Amerika Serikat yang turun ke posisi ke-5.

Laporan Top500 seperti yang dilansir Tempo.com mengungkapkan Tiongkok telah melampaui AS dalam total sistem peringkat 202 menjadi 144. Enam bulan lalu, AS memimpin dengan 169 sistem dibandingkan Tiongkok 160 sistem. Ke duanya jauh di depan dari negara lainnya. Jepang memiliki jumlah ketiga terbanyak dengan total 35 sistem. Sementara Jerman, Prancis, dan Inggris hanya memiliki 20, 18, dan 15 sistem.

Kemajuan Tiongkok dalam superkomputer telah melampaui kinerja agregat Amerika Serikat. Tiongkok sekarang mengklaim 35,4 persen dari sistem di Top500, dan diikuti oleh AS di posisi kedua dengan 29,6 persen.