Ilmuwan Tiongkok Rekonstruksi Genetik Manusia Kuno Tianyuan

2017-10-13 16:33:27
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Gua Tianyuan, tempat ilmuwan Tiongkok dan Jerman rekonstruksi genetik manusia kuno. (Istimewa)

SEKELOMPOK ilmuwan dari Tiongkok melakukan rekonstruksi terhadap genetik manusia kuno Tianyuan.

Sebuah tim ilmuwan dari Tiongkok dan Jerman untuk kali pertama melakukan rekosntruksi genetik atau genom terhadap manusia kuno Tianyuan. Ini dilakukan setelah mengekstraksi DNA nukleus dan mitokondria dari tulang kaki yang pernah ditemukan.

Tulang dari manusia kuno berjeni kelamin laki-laki itu ditemukan pada tahun 2003 di Gua Tianyuan. Terletak di luar Beijing, Tiongkok, seperti yang dilaporkan The Paper, dan dikutip People Daily, Jumat 13 Oktober 2017.

Para ilmuwan menggunakan teknik baru yang dapat mengidentifikasi bahan genetik purba dari temuan arkeologi. Bahkan ketika sejumlah besar DNA dari bakteri tanah di sekitar gua.

Mereka membandingkan data dengan data genom lainnya. Para ilmuwan melakukan penelitian menyeluruh mengenai profil genetik yang sulit diuji ini.

Menurut Fu Qiaomei, seorang peneliti dalam proyek tersebut, Tianyuan Man sebelumnya doprediksi memiliki DNA mirip dengan orang Eropa kuno. Terutama dengan penemuan rangka manusia berusia 35.000 tahun di Gua Goyet di Belgia.

Namun, hasilnya menunjukkan bahwa Tianyuan Man lebih dekat hubungannya dengan orang-orang kuno yang tinggal di Asia Timur.

Manusia Tianyuan bukanlah nenek moyang langsung orang-orang zaman sekarang di Asia Timur. Mereka punah pada suatu masa dalam sejarah kehidupan.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal akademis internasional Current Biology pada 13 Oktober 2017. Selain itu, juga menawarkan wawasan mengejutkan tentang evolusi penduduk asli Amerika kuno.

Kejutan besar di sini adalah Manusia Tianyuan juga memiliki hubungan genetik yang erat dengan penduduk asli Amerika yang tinggal di wilayah Amazon.

Ini menunjukkan bahwa kelompok orang ini mungkin adalah keturunan dari cabang manusia purba yang tidak dikenal yang memiliki hubungan dengan Manusia Tianyuan.

Seperti yang dikutip Wikipedia, Manusia Tianyuan, adalah manusia modern paling awal tinggal di Asia bagian timur. Pada 2007, peneliti menemukan 34 fragmen tulang. Diperkirakan telah berusia antara 42.000 atau 39.000 tahun yang lalu.

Usia dari tulang itu lebih muda dari penemuan serupa di Gua Niah, Serawak, di Pulau Borneo.