Internet Smartphone Pendorong Pertumbuhan Tiongkok

2017-10-11 10:32:54
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilustrasi penggunaan internet smartphone di Tiongkok. (Istimewa)

PEMAKAIAN internet via smartphone, kini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan Tiongkok. Mampu tampil sebagai salah satu negara adidaya.

Mobile web atau internet smartphone, mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Penggunaan internet lewat ponsel cerdas, menjadikan Tiongkok masuk ke jalur superhighway informasi. Penetrasi secara masif itu dilakukan dalam 5 tahun terakhir.

“Orang Tiongkok meningkatkan penggunaan internet mobile (selama lima tahun terakhir) telah membuat negara menjadi pengguna internet seluler,” kata Gao Hongbing, Wakil Presiden Alibaba sekaligus Kepala AliResearch, seperti dikutip China Daily, Rabu, 11 Oktober 2017.

Kesimpulan itu dikeluarkan setelah lembaga melakukan riset menggunakan 10 frase kunci untuk merangkum tren utama perkembangan internet di Tiongkok selama 5 tahun terakhir. Mulai dari inovasi teknologi, bisnis, peningkatan konsumsi, lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan dengan bantuan e-commerce.

“Semua fasilitas di kota-kota Amerika Serikat, termasuk jalan raya, lalu lintas, supermarket dan tempat tinggal, dirancang untuk membantu pengemudi mobil, namun di Tiongkok, layanan seperti Mobike dan Taobao dikelola berkat mobile internet,” lanjutnya saat peluncuran hasil survei pada 9 Oktober 2017.

Laporan tersebut juga mengambil dari data China Internet Network Information Center, badan industri yang didukung pemerintah, dan perusahaan konsultan manajemen global Boston Consulting Group. Menunjukkan bahwa penggunaan internet melalui ponsel di Tiongkok sedang berada dalam momentum pertumbuhan.

Hingga Juni, jumlah pengguna mobile web mencapai 723,61 juta, meningkat dari 419,97 juta di tahun 2012. Pada tahun 2015, jumlah aplikasi yang terpasang pada ponsel, rata-rata 38. Di kota-kota besar, angkanya mencapai 46, jauh di atas Amerika Serikat yang hanya 33, sedangan rata-rata dunia 26.

Kini, di Tiongkok sedang berlangsung gaya hidup masyarakat Tiongkok di era informasi, lebih online, lebih nyaman, lebih hijau dan lebih global. Bahkan itu disebut sebagai perubahan dari ujung jari ke ujung jari. Belanja online menggantikan perjalanan ke outlet offline.

Menurut AliResearch, pembayaran lewat mobile di Tiongkok mencapai US$ 8,52 triliun pada tahun 2016, sekitar 70 kali lebih tinggi dari Amerika Serikat yang mencatat hanya US$ 112 miliar. Hingga Juni 2017, 295 juta orang telah mendaftarkan diri pada platform take-out, bersama dengan 106 juta pengguna sepeda bersama, dan 278 juta orang memanggil taksi melalui internet.

Masyarakat setempat yang memanfaatkan platform penjualan Alibaba,tercatat mencapai 1,2 triliun yuan atau sekitar US$ 182 miliar pada tahun 2016. Angka ini setara dengan jumlah pengeluaran tahunan orang Tiongkok di luar negeri.

Masih menurut data AliResearch, indek konsumsi meningkat sebesar 7,2 persen dalam 5 tahun terakhir.

Saking berkembangnya mobile web, membuat beberapa perusahaan manufaktur, mulai melakukan transformasi. Ini karena perubahan besar yang akan terjadi pada rantai pasokan dan industri manufaktur.

Statistik dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi menunjukkan bahwa lebih banyak perusahaan industri mulai mengadopsi e-commerce selama 2013-2015. Tingkat penetrasi e-commerce dalam manufaktur naik lebih dari 40 persen dalam tiga tahun.

EPEC.com, salah satunya. Platform e-commerce didukung oleh sumber daya industri dan pasokan rantai minyak raksasa Sinopec China. Memfasilitasi transaksi SC2B (rantai pasokan ke bisnis).