Kisah Sedih Sepasang Lansia Rayakan Mooncake Festival

2017-10-06 11:27:15
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Sepasang lansia di Tiongkok rela menggiling cabai, makanan kesukaan keenam anaknya. Tapi keduanya harus merasakan kisah paling sedih dalam hidupnya, rayakan Mooncake Festival hanya berdua, anak-anaknya tak bisa pulang kampung. (Istimewa)

ANAK-anak tak pulang kampung, merupakan kisah paling sedih dalam hidup sepasang lansia di Tiongkok. Apalagi dalam momen rayakan Mooncake Festival.

Adalah kewajiban bagi anak-anak yang sudah merantau, ketika momen rayakan Mooncake Festival, pulang ke kampung halaman. Berkumpul dengan orangtua, makan bersama. Jika itu terlewati, akan menjadi kisah paling sedih dalam hidup orangtua, seperti yang dirasakan oleh sepasang lansia ini.

Pada Mid Autumn Festival tahun ini, Lee, 71 tahun dan Zhang yang tinggal di salah satu desa di Shanxi, Tiongkok, tak dapat berkumpul dengan keenam anaknya. Mereka sibuk dengan pekerjaan di kota, sehingga absen pulang.

Anak-anak mereka mengirimkan berita yang memilukan melalui WeChat. Tak ada satupun yang bisa pulang untuk kumpul bersama di kampung, nikmati kue bulan, di bawah purnama pada tanggal 15 bulan 8 tahun 2568 Kongzili atau bertepatan dengan 4 Oktober 2017.

Padahal Lee dan Zhang telah menyiapkan berbagai makanan, sejak 10 hari sebelum Mooncake Festival. Keduanya juga menyiapkan makanan wajib selain kue bulan, seperti tomat, labu, talas, dan kurma merah untuk keenam anaknya.

”Meskipun kami tidak tahu berapa banyak dari mereka yang akan berhasil kembali. Kami masih menyiapkan makanan untuk masing-masing,” kata orangtua yang penuh harapan itu seperti dikutip World of Buzz, Jumat, 6 Oktober 2017.

Keduanya juga menyiapkan sambal cabai buatan sendiri, makanan favorit keenam anak-anak. Rela menyisakan waktu untuk menggiling dengan batu, peralatan tradisional masyarakat setempat. Lee mendorong penggiling yang berat itu.

“Anak-anak kami akan kembali dalam waktu dua hari, dan mereka akan menantikan saus cabai ini. Sebaiknya kita pergi ke penggilingan,"kata Lee kepada istrinya.

Tak lama kemudian, mereka menerima kabar sedih. Sang ibu pura-pura tidak kecewa mendengarnya. Sementara Lee tak bisa menyembunyikan kesedihan beradu dengan kekecewaan.

Tak ingin larut dalam kesedihan, merayakan Mooncake Festival tanpa anak-anak, layaknya Idulfitri. Lee dan Zhang pilih ke sawah, mengendarai sepeda motor.

Mereka juga berniat untuk mengumpulkan uang, agar mengurangi beban anak-anaknya. Sehingga, keenamnya bisa menambung untuk ongkos pulang kampung pada tahun baru Imlek nanti.

Bagi keduanya, kumpul bersama keluarga pada saat Festival Kue Bulan dan tahun baru Imlek adalah wajib. Mengobati rasa rindu terhadap keenam buah hatinya yang kini tinggal di kota, jauh dari orangtua.