Maret 2018, Puing Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Akan Jatuh ke Bumi

2018-01-08 10:41:13
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Tiangong, Stasiun Luar Angkasa Tiongkok. (Istimewa)

STASIUN luar angkasa Tiongkok, Tiangong, diprediksi akan jatuh ke Bumi pada Maret 2018. Namun, tidak diketahui kapan dan dimananya.

Tiangong akan jatuh ke bumi. Stasiun luar angkasa milik Tiongkok ini diprediksi akan jatuh pada Maret 2018, namun tidak diketahui kapan dan dimana akan jatuh. Seperti yang dilansir Liputan6.com.

Stasiun ruang angkasa yang beroperasi sejak 2011 ini terbilang besar, bahkan beratnya berkisar 9.500 kilogram dan memiliki banyak komponen. Astronom memperkirakan 10-40 persen bagian dari bangkai luar angkasa akan memasuki atmosfer. Sekira 1-4 ton puing akan mendarat di bumi.

Dengan puing sebanyak itu, operator stasiun luar angkasa seharusnya menggunakan sisa bahan bakar untuk mengirim puing ke luar orbit. Agar bisa mendarat di bagian bumi yang aman. Jika memungkinkan, mereka bisa menggiring pesawat lain untuk membawa puing jatuh di tempat yang diperkirakan.

United States Space Surveillance Network dan beberapa lembaga antariksa negara lain memprediksi Tiangong akan jatuh di titik koordinat 43 derajat utara hingga 43 derajat selatan. Jika benar, dipastikan area tersebut akan. Karena, tidak berpenghuni dan berupa samudera. Sehingga, masyarakat tidak perlu panik. Kemungkinannya bahkan diibaratkan 1:10.000. Bahkan, puing yang jatuh tidak akan berbentuk bongkahan besar.  

Untuk diketahui, Tiangon merupakan simbol kemutakhiran inovasi teknologi Tiongkok. Stasiun tersebut dihuni oleh astronot wanita Tiongkok pertama, Liu Yang. Walaupun ukurannya kecil daripada stasiun luar angkasa lainnya, Tiangong dianggap berpengaruh bagi dunia aeronautika Tiongkok. Bahkan, membawa misi dan mimpi masyarakat Tiongkok untuk meliat luar angkasa di masa depan.