Pasang Sistem Pertahanan Rudal, Militer Tiongkok Tuai Kritik

Selasa, 08 Mei 2018 17:55:21
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Citra satelit kawasan yang diduga sebagai pangkalan militer Tiongkok di Kepulauan Spratly. (Istimewa)

Sistem pertahanan rudal yang ditanam militer Tiongkok di wilayah Kepulauan Spratly, dilengkap dengan alat pengacak sinyal komunikasi dan senjata musuh.

TIONGKOK – Militer Tiongkok kembali membuat resah sejumlah negara ‘rival’nya, setelah diketahui memasang sistem pertahanan rudal canggih di tiga pangkalannya di kawasan Laut Tiongkok Selatan yang termasuk di area Kepulauan Spratly.

Dilansir CNBC, sistem pertahan rudal itu meliputi rudal anti kapal dan rudal pertahanan udara. Selain kedua jenis rudal tersebut, militer Tiongkok juga dilaporkan memasang alat pengacau sinyal militer (jamming) yang berkemampuan mengacak sistem komunikasi, radar dan persenjataan musuh yang melintas di kawasan tersebut.

Sumber intelijen yang dilansir CNBC menyebutkan, sistem rudal pertahanan udara dan pengacak sinyal tersebut dipasang di Fiery Cross Reef, Subi Reef dan Mischief Reef. Ini semua terletak di Kepulauan Spratly yang disengketakan oleh enam negara, yakni Tiongkok, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia dan Taiwan.

Jenis rudal pertahanan udara yang dipasang di kawasan ini terbilang komplit. Ada sistem rudal jelajah anti kapal perusak YJ-12B yang membuat Tiongkok bisa menyerang kapal lawan dari jarak 546 kilometer. Ada pula rudal penghalau jarak jauh HQ-98 yang mampu menghajar pesawat, drone militer dan rudal lawan dari jarak 296 kilometer.

Terungkapnya pemasangan sistem rudal pertahanan udara dan pengacak sinyal militer ini diketahui dari citra satelit di wilayah Kepulauan Woody. "Kepulauan Woody berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan militer China di Laut Cina Selatan. Asumsi kami, Kepualaun Woody merupakan upaya perluasan pengaruh Tiongkok ke wilayah selatan, mengancam para tetangga Tiongkok," ujar pengamat internasional Gregory Poling seperti dilansir CNBC.

Amerika Serikat pun tidak tinggal diam dan menyayangkan aksi yang dilakukan militer Tiongkok, dengan menanam sistem pertahanan rudal dan pengacak sinyal di wilayah tersebut. “Kami prihatin atas langkah militerisasi yang dilakukan Tiongkok di pulau-pulau buatan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) Dana White.