Pendekatan Budaya, Senjata Utama Tiongkok dalam Diplomasi

2017-09-29 16:35:59
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Aksi pertukaran pelajar, salah satu bagian dari pendekatan memperkenalkan budaya Tiongkok. Salah satu senjata untuk melakukan diplomasi. (Istimewa)

PENDEKATAN komunikasi budaya yang ditempuh, merupakan senjata utama bagi Tiongkok dalam melakukan diplomasi dengan negara lain.

Kini, berbagai negara, termasuk Indonesia, berlomba untuk bekerjasama dengan Tiongkok. Negara tersebut melakukan pendekatan dengan komunikasi budaya. Bahkan sebagai salah satu senjata utama dalam diplomasi di tingkat internasional.

Tiongkok, mengunnakan tiga kekuatan untuk melakukan diplomasi dengan negara lain. Selain komunikasi budaya, juga kepercayaan politik dan kerjasama ekonomi. Dalam bidang budaya, lebih banyak melalui sektor pendidikan.

Tak mengherankan bila Tiongkok menjadi negara tujuan utama bagi mahasiswa asing, menuntut ilmu di Asia.  Sebanyak 443.000 orang dari berbagai negara melanjutkan studi di Tiongkok. Adapun 545.000 orang Tionghoa belajar di luar negeri per 2016.

Li Hai, Wakil Direktur Departemen Kerjasama Internasional dan Pertukaran Kementerian Pendidikan, mengatakan, setelah lulus, banyak yang kembali ke negara masing-masing. Kemudian berfungsi melakukan promosi pendidikan, ekonomi, dan budaya Tiongkok.

Setelah itu, Tiongkok membentuk kemitraan kooperatif. Pada tahun lalu sudah 188 negara menandatangani kesepakatan pengakuan derajat yang sama di dunia internasional.

“Kami telah membangun mekanisme pertukaran budaya tingkat tinggi dengan Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Perancis, Indonesia, dan lain-lain,” tuturnya seperti dikutip dari People Daily, Jumat, 29 September 2017.

Dengan pendekatan komunikasi budaya itu, setidaknya sudah 170 negara memberikan ruang untuk bahasa Mandarin. Sekitar 67 di antaranya telah memasukkan ke dalam sistem pendidikan nasional.