Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Tiangong-1 Jatuh Di Pasifik

Senin, 02 April 2018 16:00:06
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Stasiun luar angkasa Tiongkok Tiangong-1. (Istimewa)

Kejatuhan Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Tiangong-1 di wilayah selatan Samudera Pasifik, dikonfirmasi berbagai pihak, termasuk militer Amerika Serikat.

JAKARTA – Setelah mengalami gagal fungsi sejak tahun 2016 lalu, Stasiun Luar Angkasa Tiongkok yang bernama Tiangong-1, dikonfirmasi sejumlah pihak telah jatuh di wilayah Samudera Pasifik pada Senin (2/4) sekira pukul 00.15 GMT, di antaranya seperti dilansir The Guardian.

Konfirmasi serupa juga datang dari militer Amerika Serikat melalui akun Twitter @18PCS yang mencantumkan penyataan Joint Force Space Component Commander (JFSCC) yang menyebutkan, Tiangong-1 memasuki atmosfer bumi di sebelah selatan Samudera Pasifik.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memastikan, Indonesia aman dari jatuhan serpihan Tiangong-1. Halaman Twitter milik LAPAN, Senin (2/4) melansir, lintasan terakhir Tiangong-1 berada di sekitar Samudera Atlantik dan sudah melewati wilayah Indonesia.

Diluncurkan pada 29 September 2011, Stasiun Luar Angkasa Tiangong-1 dinyatakan purna tugas, sejak tidak lagi memberikan sinyal ke bumi pada 16 Maret 2016. Memiliki panjang 10.4 meter dengan bobot total sekira 8,5 Ton, Tiangong-1 saat diluncurkan membawa docking dan eksperimen orbit, bagian dari program luar angkasa Tiongkok, untuk menempatkan stasiun permanen di orbit pada tahun 2023 mendatang.