Taiwan Gelar Pameran Warisan Budaya Industri Gula Asia

Rabu, 02 Mei 2018 11:17:18
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Hesti Tarekat saat menyambangi salah satu bekas pabrik gula bersejarah di Pulau Jawa, De Tjolomadoe yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah. (Istimewa)

Dalam Pameran Warisan Budaya Industri Gula Asia kali ini, Indonesia akan turut serta, menampilkan sejarah perkembangan industri gula di Tanah Air.

TAIWAN – Jika tidak ada aral melintang, Indonesia yang diwakili oleh Heritage Hands-on dan Badan Warisan Sumater (BWS) dari Medan, bakal mengikuti pemeran warisan budaya industri gula Asia yag digelar oleh Biro Kebudayaan Warisan Budaya Taiwan dan Universitas Sains dan Teknologi Nasional Taiwan di Taman Industri Budaya dan Kreatif Taiwan pada 30 Mei – 31 Agustus mendatang.

Selain pameran, kegiatan ini juga akan diisi simposium internasional bertajuk ‘Multilateral, Sharing and Collaborative: Developing a Common Vision of Asian Industrial Heritage’. Hesti Tarekat dari Heritage Hands-on menuturkan, pihaknya dan BWS terpilih untuk berbagi informasi seputar sejarah perkembangan industri gula di Indonesia.

“Di tahun 1930-an, Indonesia merupakan eksportir guna momor dua terbesar di dunia setelah Kuba. Namun, di tahun 2016, Indonesia merupakan importir gula terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Fakta inilah yang akan diangkat, tentang jatuh-bangun industri gula di Indonesia,” paparnya.

Ia menambahkan, dalam pameran warisan budaya industri gula Asia di Taiwan nanti, BWS akan mengusung sejarah perkembangan industri gula di luar Jawa, tepatnya denyuk kehidupan perkebunan dan pabrik gula Sei Semayang di Deli Serdang, Sumatera Utara,” pungkasnya.