Tiongkok Bersiap Lepas 1.000 Satelit ke Angkasa

2017-10-12 14:00:56
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Salah satu satelit milik Tiongkok. Rencananya negara ini lepas ribuan ke angkasa. (Istimewa)

TAK mau kalah dengan Amerika dan Eropa, Tiongkok tengah bersiap untuk lepas sekitar 1.000 satelit ke angkasa. Beratnya dari 100 sampai 500 kilogram.

Tiongkok kini ingin menunjukkan diri sebagai salah satu produsen teknologi canggih kedirgantaraan komersial. Salah satu yang dilakukan untuk perlihatkan kemampuan itu melalui rencana lepas sekitar 1.000 satelit ke angkasa.

Dalam satu dekade mendatang, akan ada peluncuran sekitar 3.600 satelit kecil dengan biaya mencapai US$ 22 miliar. Lebih dari 80 persen berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

Maka dari itu, Tiongkok melalui China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) akan menjadi ujung tombak dalam persaingan satelit. Ini sesuai dengan pesan di WeChat yang diterbitkan pada 10 Oktober 2017.

Dari tulisan yang dikutip dari People Daily, Kamis, 12 Oktober 2017, Tiongkok akan meluncurkan sekitar 1.000 satelit untuk penggunaan komersial dengan berat 100 sampai 500 kilogram.

Misi luar angkasa seperti itu akan dilakukan oleh kedua perusahaan teknologi kedirgantaraan tradisional seperti CASC, serta para pemula satelit. Sementara yang pertama, dengan teknologi mutakhir dan layanan terbaiknya.

Untuk lebih meningkatkan citra di pasar dunia, CASC telah mengembangkan roket pembawa Long March-11 dan memperbarui Long March-6.

Lembaga No.1 di bawah CASC juga mempertimbangkan untuk menyediakan peluncuran dengan sudut rendah di laut dan teknologi peluncuran NanoSat.

Pada Agustus tahun ini, roket China Long March telah menyelesaikan 60 peluncuran satelit komersial untuk pelanggan di Tiongkok dan seluruh dunia. Pada 9 Oktober, Tiongkok telah meluncurkan satelit penginderaan jarak jauh dari Venezuela bernama VRSS-2.

Saat ini, negara pengguna satelit dari Tiongkok, di antaranya Nigeria, Pakistan, Belarus, Thailand, Laos, Indonesia, dan Hong Kong.