Wabah Flu Mematikan Serang Hongkong, Ribuan Sekolah Ditutup

Jumat, 09 Februari 2018 14:38:18
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Ilustrasi - Sekolah di Hongkong diliburkan karena wabah flu. (Istimewa)

TAK hanya menyambut liburan Imlek, untuk mengatasi wabah flu yang serang Hongkong, ribuan sekolah ditutup sementara oleh Pemerintah Hongkong.

Sebanyak 1.600 sekolah, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah kebutuhan khusus di Hongkong ditutup mulai Kamis (8/2/2018). Penutupan sekolah ini tak hanya terkait liburan Imlek sekaligus untuk mengatasi wabah flu yang menyerang Hongkong.

Pengumuman ini dilakukan Pemerintah Hongkong, setelah melakukan pertemuan lintas departemen. Biro Pendidikan Hongkone mengumumkan penutupan pada Rabu (7/2/2018), beberapa hari menjelang liburan Imlek yang akan berlangsung dari 16-19 Februari. Keputusan ini menuai kontrak. Banyak orang tua merasa tak senang, karena tidak memiliki cukup waktu untuk mencari penitipan anak.

Ip Kin-yuen, perwakilan sektor pendidikan di Dewan Legislatif Kota seperti yang dilansir News24XX.com mengatakan, “Sekolah dan orang tua merasa pengumuman tersebut dibuat dengan tergesa-gesa dan mereka tidak tahu bagaimana menanganinya.”

Menurut Dr. Wong Ka-hing, Pengendali untuk Pusat Perlindungan Kesehatan, “Setelah mempertimbangkan pendapat dan rekomendasi dari para ahli, pemerintah memutuskan bahwa liburan Imlek akan dimulai lebih awal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.” Sebagian besar sekolah diperkirakan akan tutup pada awal pekan depan.

Langkah ini, lanjutnya, dilakukan setelah Chief Executive Carrie Lam Cheng Yuet-ngor bertemu dengan ahli biologi Universitas Hongkong Profesor Yuen Kwok-yung dan Profesor Pengobatan Pernafasan China University Dr. David Hui Shu-cheong.

Diharapkan langkah ini dapat memotong rantai infeksi. Karena, wabah flu musim dingin tahun ini berdampak besar pada anak-anak. “Langkah ini untuk membantu mengurangi penularan virus,” kata Wong.

Berdasarkan data statistik, lanjut Wong, pasien flu yang dirawat di rumah sakit rata-rata anak berusia lima atau lebih muda, yaitu 8,44 persen atau 10.000 orang. Diikuti anak berusia enam hingga 11 tahun dengan 3,64 persen. Sedangkan, untuk lansia berusia 65 tahun atau lebih mencapai 2,87 persen.

Pada 7 Januari, saat musim puncak flu dimulai terjadi sekira 398 wabah flu pada institusi di kota tersebut. dari jumlah tersebut 41,7 persen berada di taman kanak-kanak dan 42,5 persen di sekolah dasar. Musim puncak flu musim dingin, biasanya berlangsung selama tiga hingga empat bulan. Sementara, musim dingin saat ini masih berada di minggu kelima.