Benarkah Rutin Minum Kopi Bisa Bikin Panjang Umur?

2017-08-08 11:40:00
Editor : Azis Faradi | Sumber : Xinhua News Agency
Penelitian terbaru menemukan rutin minum kopi bisa bikin panjang umur. (Istimewa)

SEBUAH studi terbaru menyimpulkan minum kopi bisa bikin panjang umur. Risiko kematian dari para penikmat kopi lebih rendah dari yang tak suka minum kopi.

Orang yang minum kopi tampaknya hidup lebih lama atau panjang umur. Begitu hasil dari dua penelitian baru yang diterbitkan pada jurnal Annals of Internal Medicine Amerika Serikat. Studi pertama, dilakukan di 10 negara Eropa.

Dari penelitian ini menemukan, orang yang konsumsi kopi secara rutin, memiliki risiko kematian jauh lebih rendah. Bila dibandingkan dengan orang yang tidak suka minum kopi. Studi kedua, dilakukan pada orang kulit putih dan hitam.

Ditemukan risiko kematian lebih rendah pada orang kulit putih yang suka kopi, dan juga dikaitkaan dengan populasi orang kulit hitam. Temuan pada penelitian kedua yang dilakukan oleh periset dari University of Southern California, penting. Karena ras yang berbeda memiliki gaya hidup dan risiko penyakit yang berbeda.

“Merekomendasikan asupan kopi untuk mengurangi angka kematian atau mencegah penyakit kronis akan terlalu dini,” demikian kutipan dari editorial dari jurnal tersebut.

“Namun, semakin jelas bahwa asupan kopi moderat, tiga sampai lima cangkir per hari atau asupan kafein sampai 400 mg per hari tidak terkait dengan efek buruk kesehatan yang merugikan pada orang dewasa. (malah) dapat dimasukkan ke dalam makanan sehat.”

Dalam studi pertama, periset dari International Agency for Research on Cancer and Imperial College London, menggunakan data European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. Sebuah studi multinasional melibatkan 520.000 pria dan wanita dari 10 negara Eropa.

Membandingkan semua penyebab kematian secara spesifik pada orang peminum kopi dan tidak. Mereka menemukan orang yang minum kopi tiga cangkir atau lebih per hari, mendapat banyak manfaat dalam menurunkan tingkat kematian.

Hal ini terutama berlaku untuk penyakit saluran pencernaan, tapi juga untuk penyakit peredaran darah. Dalam studi kedua, para peneliti di University of Southern California berusaha untuk menentukan bagaimana konsumsi kopi mempengaruhi kesehatan di berbagai ras.

Meneliti lebih dari 185.000 orang dari ras Amerika Afrika, Amerika asli, Hawaii, Amerika Jepang, Latin, dan warga kulit putih. Menemukan bahwa minum kopi bisa membantu terhindar dari penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, penyakit pernafasan dan ginjal untuk orang Afrika-Amerika, orang Jepang Amerika, Latin dan kulit putih.

Orang yang mengonsumsi satu cangkir kopi dalam sehari, sekitar 12 persen punya kemungkinan lebih kecil untuk mati dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Kesimpulan ini bahkan lebih kuat lagi, orang yang minum kopi dua sampai tiga cangkir sehari, sebanyak 18 persen kemungkinan terhindar dari kematian.

Menurut editorial yang menyertainya, efek perlindungan kopi secara biologis masuk akal, karena polifenol dan senyawa bioaktif lainnya di dalam kopi memiliki sifat antioksidan. Terkait dengan penurunan resistensi insulin, peradangan, dan fungsi pencernaan biomarker.

Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia, dengan perkiraan 2,25 miliar cangkir setiap hari. Maka sangat penting pemahaman efek kesehatan dari kopi.