Kontribusi Tiongkok dalam Menanggulangi HIV/ AIDS

2017-08-07 16:44:16
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
UNAIDS, lembaga dunia, melihat Tiongkok berhasil menanggulangi HIV/ AIDS, dan diharapkan perannya untuk negara-negara berkembang. (Istimewa)

LEMBAGA dunia melihat kontribusi Tiongkok dalam menanggulangi HIV/ AIDS berhasil. Untuk itu diminta lebih berperan di negara-negara berkembang.

United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS)  menganggap Tiongkok telah berhasil menangani HIV/ AIDS. Untuk itu diharapkan punya kontribusi untuk membantu negara-negara berkembang menangani salah satu penyakit mengerikan ini.

“Tiongkok telah menghentikan ancaman kesehatan masyarakat yang besar dengan bertindak cepat dan tegas. Kami telah melihat komitmen politik yang kuat di tingkat tertinggi. Semuanya telah memprioritaskan HIV/ AIDS,” kata Michel Sidibe, Direktur Eksekutif Program Bersama UNAIDS, kepada Xinhua News Agency, belum lama ini.

Peran Tiongkok, sambungnya, dapat dilihat dari upaya di tingkat global, terutapa pencapaian selama 10 tahun terakhir.

Setidaknya lebih dari 18 juta orang memiliki akses pengobatan untuk menyelamatkan nyawa dari penyakit ini. Infeksi HIV baru di kalangan anak-anak telah berkurang hingga 50 persen sejak 2010 dan kematian akibat AIDS telah turun 45 persen sejak tahun 2005.

“UNAIDS sangat percaya bahwa jika kita mengatasi tantangan ini, kita dapat mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030,” lanjutnya.

UNAIDS mendorong Tiongkok untuk terus membantu membangun kapasitas sistem kesehatan di Afrika. Pembangunan rumah sakit dan klinik di pedesaan. Meningkatkan kapasitas laboratorium dan transfer pengetahuan.

“Tiongkok telah mengambil peran utama dalam membantu pembentukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Afrika. Ini akan membantu membangun fondasi untuk kerjasama kesehatan di seluruh dunia,” tegasnya.

Tiongkok juga terus melakukan upaya mengobati HIV/ AIDS dengan cara pengobatan tradisional. Bahkan pernah ada kabar terjadi penyembuhan untuk HIV melalui pengobatan tradisional, tapi belum ada publikasi resminya.

Pada awal tahun 2000-an pasien AIDS yang berusia 51-67 dalam keadaan sehat. Sebanyak 9 orang diobati dengan ramuan tradisional Tiongkok. Kabar ini menjanjikan dalam pengobatan HIV/ AIDS dari ramuan peninggalan leluhur orang Tiongkok.