Melawan Stres dengan Tai Chi Makin Populer di Kalangan Generasi Millennials

2017-09-08 11:05:23
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilsutrasi melawan stres dengan tai chi di kalangan generasi millennials. (Istimewa)

SALAH satu upaya yang dilakukan melawan stres dengan rutin melakukan tai chi. Cara ini makin populer di kalangan generasi millennials, terbukti hasilnya.

Aktivitas dan lalu lintas yang padat membuat orang semakin mudah terkena stres. Jalan yang dipilih untuk melawan stres, dengan rutin melakukan tai chi. Cara ini makin populer tak hanya di kalangan tua, juga generasi millennials.

Ini berdasarkan pengakuan dari beberapa instruktur tai chi di luar negeri. Bahwa generasi muda yang masuk kelompok millennials lebih memilih tai chi sebagai penawar stres. Padahal pengobatan tradisional Tiongkok dengan mengandalkan gerak ini lebih banyak digeluti orang berusia 50 tahun ke atas.  

Patrick York, pria berusia 26 tahun asal California, Amerika Serikat, salah satu generasi millennials yang melawan stres dengan tai chi. Ia tergabung dengan lusinan anak muda dan orang tua yang mengikuti kelas tai chi secara gratis di puncak bukit Long Beach.

“Saya melakukan tai chi untuk menyambung kembali pikiran, tubuh dan jiwa. Serta memperkuat otot saya, melonggarkan sendi, membuat tubuh lebih rileks,” katanya seperti dikutip dari WTVR CBS 6, Jumat, 8 September 2017.

Dia mengaku lakukan tai chi sebanyak tiga kali dalam sepekan, karena cukup membantu jadi lebih sabar. “Saya tinggal di Southern California, mengemudi di jalan bebas hambatan. Sering tergoda untuk terburu-buru melewati (melanggar) lalu lintas dan melaju secepat mungkin. Karena telah melakukan tai chi, saya bisa berhenti dan mundur (bersabar).”

Selain membantu lebih sabar di jalanan, juga dalam bekerja sebagai guru untuk anak-anak berkebutuhan khusus. “Beberapa kali saya membimbing mereka melalui beberapa latihan pernapasan, dan dalam hitungan menit, mereka lebih fokus. Saya lebih rileks, mereka lebih santai.”

Menurut Terry Dunn, master tai chi yang telah mengajar di Los Angeles lebih dari tiga dekade, dalam satu setengah tahun terakhir, banyak mengajar generasi muda. Terutama dari kalangan industri teknologi.

“Orang-orang teknisi komputer menyukai tai chi. Ini adalah pemusnah yang bagus untuk mereka, duduk berjam-jam, membungkuk untuk pemrograman. Mereka menyukai sifat lembut tai chi,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Master David Chang, pemilik Akademi Seni Bela Diri Wushu di San Jose. Kini banyak mengajar anak muda berusia 20 sampai 30 tahun. Banyak anak muda mencari sumber olah raga yang baik untuk menghilangkan stres. “Dulu semua lanjut usia. Saya melihat sedikit bergeser (sekarang).”