Pelestarian Pengobatan Tradisional Tingkok ala Klinik Sinshe Han

Rabu, 11 April 2018 11:55:17
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Shinshe Han saat mengobati pasien di kliniknya. (Oktaviani)

Shinshe Han menuturkan, saat ini masyarakat semakin banyak yang menggemari pengobatan tradisional, lantaran minim efek samping.

JAKARTA – Salah satu warisan kebudayaan China yang hingga saat ini masih eksis dan diakui dunia adalah pengobatan tradisionalnya. Pengobatan tradisional China bahkan dinilai sebagai pengobatan alternatif medis. Dalam praktiknya, pengobatan tradisional China meliputi praktik pengobatan herbal, akupuntur, dan pijat. Seperti halnya yang dilakukan olh Shinshe Han.

Menurutnya, saat ini Traditional Chinese Medicine (TCM) semakin menjamur di Indonesia. Banyak faktor yang membuat masyarakat memilih TCM sebagai jalur pengobatan alternatif. “TCM memiliki banyak kelebihan, salah satunya sangat minim efek samping. Sebab menggunakan teknik akupuntur yang memiliki banyak manfaat. Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau,” paparnya.

Berbekal metode pengobatan tradisional Tionghoa, Shinshe Han banyak membantu pasien yang mengalami beragam penyakit, mulai dari syaraf terjepit, ambien, nyeri lutut, sakit kepala hingga kesuburan. “Banyak pasien stroke yang berobat di sini. Minimal tiga minggu dengan enam kali kedatangan sudah bisa sembuh. Dari tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan lagi. Meski demikian, lanjutnya, ada juga kasus yang dengan hanya memerlukan satu kali kedatangan saja sudah sembuh, tergantung keluhannya apa. Kalau sakit kepala migrain, cukup sekali saja sudah bisa sembuh,” tuntasnya.